BANDA ACEH – Ketua Ikatan Ahli Boga (Ikaboga) Aceh Hj. Ismaniar, SE mengatakan, hingga saat ini makanan Aceh belum memiliki standar untuk rasa, kerap kali berubah-rubah sehingga sulit bersaing dengan makanan dari negara lain.
“Makanan Aceh itu beragam dan harus dapat bersaing secara ekonomi dengan negara-negara lain sehingga cita rasa penting dibakukan agar tidak berubah-ubah,” kata Ismaniar pada penutupan pelatihan dan lomba makasan Non beras dan serba ikan di Queen Coffe, Lampineung, Banda Aceh, Rabu 26 April 2017.
Menurut Ismaniar, bicara makanan Aceh saat ini penting untuk lapangan kerja, namun juga pasar untuk itu harus di buka.
“Saat ini kita masih kalah dalam pengemasan dan cita rasa itu, meracik makanan jangan sesuai perasaan, tapi harus punya standar bakunya, supaya dimanapun dimakan tetap dengan cita rasa aslinya,” ujar anggota DPR Aceh ini.
Untuk itu–kata Ismaniar–Ikaboga Aceh sedang mempersiapkan buku untuk makanan khas Aceh dan terbit dalam waktu dekat.
“Insya Allah setidaknya makanan Aceh sudah dibukukan, dan siapapun yang mengolah makanannya akan tetap punya standar. Kita harapkan Aceh bisa mengisi peluang pasar bebas sekarang ini,” demikian Ismaniar, SE.[]
NEWS
Ismaniar: Makanan Aceh Perlu Standar Cita Rasa
BANDA ACEH - Ketua Ikatan Ahli Boga (Ikaboga) Aceh Hj. Ismaniar, SE mengatakan, hingga saat ini makanan Aceh belum memiliki standar untuk rasa, kerap kali…
Baca Juga
Inspirasi
5 Jenis Makanan yang Wajib Dikonsumsi Pria agar Panjang Umur
10 Juni 2020
News
Menelusuri Sejarah Minuman Muslim
1 November 2017
Inspirasi