TERKINI
BAHASA

Asal-Usul Simbol Ampersand (&) dan Simbol Hati

Dalam kehidupan sehari-hari kita sering menjumpai simbol. Terkadang kita menggunakan simbol itu untuk mengungkapkan perasaan yang tak mampu dilukiskan dengan kata-kata. Namun, apakah kamu pernah…

M FAJARLI IQBAL Kontributor
DIPUBLIKASIKAN
WAKTU BACA 2 menit
SUDAH DIBACA 3K×

Dalam kehidupan sehari-hari kita sering menjumpai simbol. Terkadang kita menggunakan simbol itu untuk mengungkapkan perasaan yang tak mampu dilukiskan dengan kata-kata.

Namun, apakah kamu pernah bertanya, kira-kira bagaimana asal-usul simbol-simbol tersebut dan apakah kita telah menggunakannya dengan benar?

Dilansir Brighside.me, berikut asal-usul kedua simbol populer tersebut yang tak banyak orang tahu. 

1. Ampersand (&)

Simbol ampersand (&) sebenarnya berasal dari bahasa Latin 'et' yang maknanya sama dengan 'and' dalam bahasa Inggris, serta 'dan' dalam bahasa Indonesia.

Ampersand pertama kali ditemukan di Roma kuno oleh Tiro, Sekretaris pribadi Kaisar Cicero. Tiro menggunakan ampersand karena terburu-buru saat menulis. Namun tak disangka, singkatan itu sangat populer. Sistem singkatan itu kemudian dikenal sebagai Catatan Tironian.

2. Simbol Hati

Kepercayaan yang berkembang selama ini, simbol hati diyakini terbentuk karena representasi dari bentuk hati manusia. Namun di luar itu, ada sedikitnya tiga dugaan asal usul simbol hati.

Pertama, simbol hati terbentuk oleh dua ekor angsa sedang berpacaran. Saat keduanya berdekatan di tengah danau, leher mereka membentuk simbol hati. Maka tak heran di berbagai negara, angsa dianggap mewakili simbol cinta, kesetiaan, dan pengabdian. Karena seekor angsa hanya akan memilih satu pasangan selama hidupnya.

Kedua, hipotesis lain mengatakan bahwa simbol hati awalnya mewakili bentuk feminin. Pendukung teori ini berpendapat bahwa simbol hati menggambarkan bentuk pinggul perempuan. Pemikiran itu tercetus dari orang-orang Yunani kuno yang saat itu sedang mendalami ilmu anatomi tubuh.

Ketiga, teori lain mengatakan simbol hati mewakili bentuk daun ivy. Orang-orang Yunani kuno, biasanya menaruh daun ivy di vas bunga di rumahnya. Daun itu sebagai lambang dari Dewa Anggur, Dionysus yang dipercaya sebagai pelindung gairah.[]

Sumber: liputan6.com

M FAJARLI IQBAL
KONTRIBUTOR · ARGUMENTA.ID

Tulis Komentar