BANDA ACEH Seminar Hari Jadi Kota Banda Aceh digelar Pemerintah Kotamadya Daerah Tingkat II Banda Aceh pada 26-28 Maret 1988 menghasilkan kesimpulan tentang Hari Jadi dan Peranan Banda Aceh dalam Perjalanan Sejarah.
Baca: JANGAN LUPA: Hari Jadi dan Peranan Banda Aceh dalam Perjalanan Sejarah
Hasil kesimpulan itu, ada pula saran-saran yang disampaikan kepada Pemerintah Kota Banda Aceh dan Provinsi Aceh.
Berikut 11 poin saran tersebut dikutip dari buku Kota Banda Aceh Hampir 1000 tahun, diterbitkan Pemerintah Kotamadya Daerah Tingkat II Banda Aceh tahun 1988, diperoleh portalsatu.com, 22 April 2017, dari acehbooks.org:
SARAN-SARAN :
1. Menyarankan kepada Pemerintah Kotamadya Daerah Tingkat II Banda Aceh, agar menetapkan tgl. 22 April (1 Ramadhan) menjadi Hari Jadi Kota Banda Aceh yang diperingati tiap-tiap tahun;
2. Menyarankan kepada Pemerintah Propinsi Daerah Istimewa Aceh agar menetapkan tanggal 26 Maret sebagai hari Syuhada;
3. Menyarankan kepada Pemerintah Propinsi Daerah Istimewa Aceh dan Pemerintah Kotamadya Daerah Tingkat II Banda Aceh, agar mengambil langkah konkrit untuk menyelamatkan benda-benda peninggalan sejarah dan kepurbakalaan serta merealisir pembangunan museum perjuangan;
4. Menyarankan kepada Pemerintah Kotamadya Daerah Tingkat II Banda Aceh agar membangun Monumen hari jadi Banda Aceh, yang antara lain di atasnya direkam tanggal hari jadi, nama Sultan Alaidin Johan Syah sebagai pendirinya. Monumen tersebut sebaiknya berdiri di depan Kantor Balai Kota;
5. Menyarankan kepada Pemerintah Kotamadya Daerah Tingkat II Banda Aceh agar mengambil langkah-langkah konkrit untuk menjadikan Banda Aceh sebagai kota wisata budaya, wisata dakwah dan wisata sejarah;
6. Menyarankan kepada Pemerintah Kotamadya Daerah Tingkat II Banda Aceh agar berusaha menjadikan Banda Aceh kembali menjadi kota industri kerajinan rakyat;
7. Menyarankan kepada Pemerintah Propinsi Daerah Istimewa Aceh dan Pemerintah Kotamadya Daerah Tingkat II Banda Aceh untuk mendirikan sebuah monumen perjuangan rakyat Aceh, yang melambangkan perjuangan rakyat Aceh semenjak awal Islam di Nusantara sampai dengan revolusi 1945;
8. Menyarankan kepada warga kota Banda Aceh agar bersama-sama Pemerintah Kotamadya Daerah Tingkat II Banda Aceh berusaha untuk menjadikan Banda Aceh sebagai benteng Islam dan benteng Pancasila yang tangguh;