BANDA ACEH Penyebab kematian induk gajah yang ditemukan di kawasan perkebunan warga di Dusun Munte, Gampong Ekan, Kecamatan Pining, Gayo Lues, Kamis (kemarin), diduga akibat diracun. Saat bangkai gajah betina itu ditemukan, belalainya tidak ada lagi dan calingnya (taring) pun hilang.
Hal itu disampaikan Kepala Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Aceh Sapto Aji Prabowo, S.Hut., M.Si., saat konferensi pers di Banda Aceh, Jumat, 21 April 2017. Sapto menjelaskan, mulanya pihak BKSDA Aceh mendapat laporan masyarakat bahwa ada gajah sakit di Kecamatan Pining, Selasa sore lalu.
Kemudian saya perintahkan tim yang di Kutacane (Aceh Tenggara) untuk mengecek ke lapangan. Mereka berangkat hari Rabu, tetapi sampai lokasi sudah kesorean, sehingga baru Kamis ditemukan. Ternyata sudah mati gajah yang ada itu, kata Sapto.
Sapto menyebut bangkai gajah itu diperkirakan sudah mati beberapa hari sebelum dilaporkan masyarakat kepada BKSDA Aceh. Diperkirakan sudah empat hari. Jadi, waktu masyarakat melapor, diperkirakan sudah mati memang, ujarnya.
Menurut Sapto, saat bangkai gajah yang diperkirakan berusia 20-25 tahun tersebut ditemukan, kondisinya sangat memprihatinkan. Kondisinya, belalai terpotong, kemudian calingnya hilang. Ada anak gajah yang menunggui si induk di situ, katanya.