BANDA ACEH – Dua tahun vakumnya Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) FKIP Unsyiah berdampak pada kesulitan yang dihadapi mahasiswa khususnya himpunan-himpunan yang bernaung di bawah FKIP Unsyiah. Setelah dua tahun vakum, BEM FKIP Unsyiah kembali mengadakan pesta demokrasi untuk memilih ketua BEM yang baru. Perubahan ini memberikan harapan positif di kalangan aktivis mahasiswa.
Mantan Ketua Himpunan Mahasiswa Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Wulandari, mengaku kesulitan saat ia menjabat sebagai ketua himpunan, pasalnya saat itu FKIP Unsyiah tak memiliki ketua BEM dan organisasi tertinggi dalam lingkup FKIP itu pun vakum.
Kalau tidak ada ketua BEM pencairan uang lembaga sulit akibatnya kegiatan banyak yang terkendala, ucap Wulandari yang ditemui portalsatu.com saat penghitungan suara pemilihan ketua BEM FKIP yang baru, Rabu, 2 Desember 2015.
Ia berharap dengan terpilihnya ketua BEM FKIP yang baru ini dapat membawa suasana positif dari berbagai kalangan khususnya himpunan mahasiswa antar jurusan.