KUTACANE – Warga lima desa di Kecamatan Lawe Sigala Gala, Kabupaten Aceh Tenggara, menjadi korban banjir bandang pada Selasa (11/14), hingga kini masih bertahan di tempat pengungsian.
“Rumah saya hancur, karena terendam lumpur. Kami sudah tidak punya apa-apa lagi. Tinggal baju ini yang masih menempel,” ujar Maria boru Simanjuntak (45), di posko pengungsian di Desa Lawe Tua, Lawe Sigala Gala, Kamis (13/4).
Dia mengaku tidak sempat menyelamatkan barang-barang berharga, selain keluarganya karena banjir bandang yang membawa material dari pengunugan begitu cepat terjadi.
Ia bersama suami dan kedua anaknya langsung menyelamatkan diri, sewaktu melihat rumah suara gemuruh dari pengunungan setempat dan dikuti peristiwa banjir.
Posko pengungsian Desa Lawe Tua menampung lima desa seperti Lawe Sigala Barat, Kayu Mbelin, Lawe Tua Persatuan, Lawe Tua Gabungan, dan Lawe Sigala Timur dengan jumlah lebih dari 350 kepala keluarga.
“Saat suara gemuruh terjadi, hujan turun dengan deras secara terus menerus. Kami sekeluarag ketakutan, dan mencoba menyelamatkan diri,” terangnya.