KERAJAAN Aceh Darussalam memiliki segudang kekayaan melimpah sebelum Belanda mencoba mencaplok wilayahnya. Selain itu, Aceh juga memiliki peralatan perang yang tidak kalah modern dengan kerajaan-kerajaan…
KERAJAAN Aceh Darussalam memiliki segudang kekayaan melimpah sebelum Belanda mencoba mencaplok wilayahnya. Selain itu, Aceh juga memiliki peralatan perang yang tidak kalah modern dengan kerajaan-kerajaan atau negara-negara lain pada masa itu.
Namun, bukti-bukti keagungan Kerajaan Aceh Darussalam itu tidak bisa ditemukan saat ini. Begitu pula dengan jejak Darud Donya yang merupakan istana raja Aceh.
Bukti fisik keagungan Kerajaan Aceh Darussalam banyak yang hilang saat peperangan berlangsung, baik saat melawan Belanda, perang melawan pendudukan Jepang, hingga perang saudara dan perang menegakkan keadilan melawan Indonesia.
Sederet bukti fisik yang merujuk keberadaan Kerajaan Aceh Darussalam saat ini hanya bisa dilihat dari Benteng Inong Balee, Benteng Indrapatra, dan Gunongan. Selebihnya hanyalah berupa nisan, baik nisan para pejuang Aceh maupun kuburan serdadu Belanda yang disebut Kherkhof.
Belanda, saat mencoba menjajah Aceh di abad 19, berhasil memboyong sejumlah barang-barang berharga dari kerajaan ini. Di antaranya adalah perisai para prajurit istana. Perisai-perisai tersebut kini disimpan dengan baik di Museum Militer Belanda. Mereka juga mengunggah foto-foto perisai milik Kerajaan Aceh Darussalam itu di situs tropenmuseum.nl.
Portalsatu.com kemudian mencoba mengunduh beberapa foto perisai milik Kerajaan Aceh Darussalam tersebut. Di antara perisai ini ada yang terbuat dari rotan maupun logam. Ini merupakan salah satu bukti bahwa Kerajaan Aceh Darussalam bukan sekadar mitos.[]