Setiap kata memiliki medan makna. Tiga perampok menjarah rumah mewah yang sedang ditinggal mudik pemiliknya.
Apa yang salah dengan kalimat ini? Tergantung sejauh mana kita mau mencermatinya.
Hal yang paling mudah dulu, kata perampok. Kata ini tidak relevan dengan sasaran rumah kosong. Menurut KBBI, rampok adalah 'orang yang mengambil dengan paksa dan kekerasan barang milik orang'.
Dengan begitu, syarat kekerasan di sini tidak pas atau tidak bisa dilakukan karena tidak ada orang yang menjadi objek tindakannya. Memang ada makna ketiga yang diberikan KBBI, yaitu 'mencuri dalam jumlah yang banyak'. Akan tetapi, nuansanya tidak pas karena lebih sesuai disebut 'pencurian' daripada 'perampokan'.
Lalu, kita bisa langsung menunjuk kata menjarah yang pada kalimat ini penggunaannya juga tidak pas. Menurut KBBI, menjarah adalah 'merebut dan merampas milik orang (terutama dalam perang atau dalam kekacauan).
Rumah kosong atau rumah yang sedang ditinggal penghuninya tentu bukanlah situasi kacau, apalagi situasi perang. Memang, ada kata terutama pada keterangan dalam kurung, yang artinya bisa situasi lain selain yang disebutkan tersebut. Cuma, di sinilah tugas kita sebagai penulis, termasuk tentunya reporter, untuk memilih kata yang lebih pas dan lebih dekat untuk mewakili fakta atau peristiwa.
Perlu selalu diingat, setiap kata memiliki medan makna. Jangan sampai reporter menggunakan kata menjarah karena berpikir memenuhi prinsip variasi, apalagi ingin mendapatkan efek bombastis.
Ada dua kata lagi yang sebenarnya dapat kita otak-atik jika ingin menajamkan kecermatan berbahasa kita, yaitu mewah dan pemilik. Kedua kata itu bukan berarti salah. Kita perlu melihat dulu faktanya. Pertama, apakah benar rumah itu mewah? Atau hanya besar saja? Kita tahu, besar belum tentu mewah dan sebaliknya.
Kedua, apakah benar itu rumah pemiliknya? Orang yang tinggal di sebuah rumah belum tentu merupakan pemilik rumah. Bisa saja dia cuma penyewa.
Reporter perlu mengejar fakta ini bila meyakini ada relevansi dengan fakta-fakta lain dalam berita. Contohnya, jika penghuni rumah tersebut sudah cukup dikenal sebagai orang yang bergaya hidup mewah tapi ternyata ia hanya menyewa rumah tersebut, maka persoalan penggunaan kata penghuni dan pemilik menjadi penting.
Jika tidak ada dan belum punya informasi soal ini, sebaiknya cukup gunakan kata yang aman dulu, misalnya penghuni. Prinsip akurasi atau detail lebih pas diulas dengan disiplin ilmu jurnalistik.
Perhatikan hasil kata kerja