SUBULUSSALAM - Angin segar kembali menghampiri petani di wilayah Kota Subulussalam. Harga tandan buah segar (TBS) kelapa sawit kembali naik Rp1.400 per kilogram di tingkat…
SUBULUSSALAM – Angin segar kembali menghampiri petani di wilayah Kota Subulussalam. Harga tandan buah segar (TBS) kelapa sawit kembali naik Rp1.400 per kilogram di tingkat petani dari sebelumnya Rp 1.360 atau naik sekitar Rp 40 per kilogram. Kenaikan ini terjadi sejak beberapa hari terakhir.
“Alhamdulillah sawit sudah berangsur naik kembali, semoga tidak lagi turun,” kata salah seorang petani sawit penduduk Kampung Suka Makmur, Kecamatan Simpang Kiri, Rahmin Bancin, kepada portalsatu.com, Minggu, 26 Maret 2017.
Harga TBS yang turun sejak dua pekan lalu sempat membuat petani risau. Mereka khawatir harga TBS anjlok di bawah Rp 1.000 per kilogram.
Beruntung kondisi tersebut tidak berlangsung lama, petani kini mulai semangat mengurus kebun dengan melakukan perawatan seperti pemupukan untuk mencapai produksi buah maksimal.
Sebelumnya, Ketua Asosiasi Petani Kelapa Sawit Indonesia (Apkasindo) Kota Subulussalam Netap Ginting mengatakan, harga sawit turun tidak terlalu lama.
Kondisi ini disebabkan sedang terjadi persaingan harga di pasar dunia internasional antara minyak mentah sawit (CPO) dari Indonesia dengan minyak kedelai, minyak biji bunga matahari dan minyak jagung yang diproduksi di Amerika Latih.
Prediksi Netap Ginting ternyata benar. Harga TBS kini mulai merangkak naik, namun belum mencapai level tertinggi yang mencapai Rp 1.700 per kilogram seperti pada Februari lalu.
“Sudah lumayan bisa naik waluapun masih hitungan rupiah. Kondisi sekarang kami sudah sangat bersyukur, mudah-mudahan nanti bisa naik lagi, naik lagi hingga menembus Rp1.700 per kilogram atau bahkan lebih dari itu,” kata petani lainnya, Supriadi Sambo.[]