MEMBANGUN rumah tangga bukanlah hal yang mudah dan mudah. Namanya membangun itu sebuah perkerjaan yang di awali dengan pendomen yang kuat dan berkelanjutan hingga limit yang tidak tertentu bahkan ke akhirat nantinya. Begitulah dalam membangun mahligai rumah tangga.
Sosok yang sangat berperan dalam mengarungi bahtera rumah tangga di samping sang suami sebagai nahkoda, namun keberhasilan rumah tangga dalam meraih titel “Baiti Jannati” peranan yang sangat penting terpundak pada sosok isteri. Baik dan buruknya rumah tangga sangat terpengaruh kepada peranan dan kepribadian seorang istreri.
Terkadang kita sebagai lelaki tentu saja memilih isteri itu lebih kepada cantik wajah dan parasnya plus hartawan lagi. Itu hal wajar dan manusiawi dan tidak ada salahnya. Namun kita sebagai calon suami harus mampu melihat dan memahami betul bahwa mahligai rumah tangga itu bukan hanya soal cantik, biologis dan kemewahan duniawi, namun yang terpenting kemampuan kita suami dalam mengembangkan amanah dan itu juga urusan dunia hingga akhirat nantinya.
Di dalam Islam sendiri diajarkan tentang kriteria untuk memilih jodoh. Tetapi kebanyakan hadist menjelaskan tentang kriteria-kriteria perempuan yang baik untuk di nikahi. Hadist yang terkait dengan hal ini adalah hadist yang diriwatkan oleh beberapa perawi hadis yang masyhurdi antaranya adalah Imam Bukhari : Di cerikan Musadad, diceritakan Yahya dari abdullah berkata bercerita kepadaku Said Ibn Abi Said dari Abi Hurairah ra bahwasanya Nabi saw bersabda wanita dinikahi karena empat perkara. Pertama hartanya, kedua kedudukan statusnya, ketiga karena kecantikannya dan keempat karena agamanya. Maka carilah wanita yang beragama (islam) engkau akan beruntung.
Berdasarkan hadist diatas ada empat kriteria yang harus di pilih oleh calon suami, namun terkadang sangat sukar untuk mendapatkan kesemuanya ke empat kriteria tersebut. Namun rasulullah memberi satu kata kunci dengan memilih ktlriteria terakhir ” agamanya”.