TERKINI
NEWS

Mati Listrik Saat Hendak Berpidato, Bupati Aceh Selatan ‘Mengamuk’

TAPAKTUAN -  Bupati Aceh Selatan H.T. Sama Indra, S.H., tampak sangat kecewa dan marah besar kepada pihak PT PLN Rayon Tapaktuan dan Kepala Bagian Umum…

CUT ISLAMANDA Kontributor
DIPUBLIKASIKAN
WAKTU BACA 3 menit
SUDAH DIBACA 992×

TAPAKTUAN –  Bupati Aceh Selatan H.T. Sama Indra, S.H., tampak sangat kecewa dan marah besar kepada pihak PT PLN Rayon Tapaktuan dan Kepala Bagian Umum dan Perlengkapan Setda Aceh Selatan Tahta Amrullah S.STP. Pasalnya, saat bupati sudah berada di atas podium hendak berpidato, tiba-tiba lampu listrik PLN padam.

Insiden itu terjadi pada acara penyerahan pagu indikatif dana desa kepada sebanyak 260 gampong dalam Kabupaten Aceh Selatan di Gedung Rumoh Agam, Tapaktuan, Selasa, 28 Februari 2017, sekitar pukul 10.30 WIB.

Pantauan di lokasi, meskipun listrik sudah padam, tapi Bupati Aceh Selatan yang sudah berada di atas podium terus melanjutkan berpidato tanpa menggunakan pengeras suara selama beberapa saat. Namun, karena faktor ramainya peserta acara yang hadir serta besarnya gedung, sehingga suara bupati yang sedang berpidato tidak terdengar sama sekali, sehingga akhirnya bupati memilih turun dari podium.

Setelah turun dari podium, bupati melontarkan pernyataan kekecewaan kepada pihak PT PLN Rayon Tapaktuan khususnya terhadap Kabag Umum dan Perlengkapan Setda Aceh Selatan.

“Sudah dari dulu saya minta supaya disediakan wireless microphone di gedung ini, tapi sampai sekarang belum ada. Jika saja ada maka saat lampu PLN padam seperti ini, pembicara yang mengisi acara di gedung ini masih dapat berbicara sehingga tidak terganggu,” ucap bupati di hadapan pejabat Forkopimda dan Kepala SKPK.

Setelah menunggu beberapa saat, akhirnya Bupati Aceh Selatan yang sudah tersulut emosi memilih meninggalkan Gedung Rumoh Agam didampingi pejabat Forkopimda berjalan kaki menuju pendopo. Insiden ini mengundang perhatian ratusan keuchik yang memenuhi Gedung Rumoh Agam termasuk para tamu undangan lainnya.

Setelah menunggu lebih kurang 30 menit, listrik baru hidup kembali sekitar pukul 10.50 WIB. Bupati bersama pejabat Forkopimda yang sebelumnya sudah berada di pendopo, akhirnya kembali ke Gedung Rumah Agam untuk melanjutkan acara itu.

Kepala Bagian Humas Setda Aceh Selatan Masriadi S.STP., yang dikonfirmasi mengatakan setelah pemadaman listrik secara tiba-tiba itu, dirinya langsung ke kantor PLN Rayon Tapaktuan meminta agar listrik segera dihidupkan kembali, karena Pemkab Aceh Selatan sedang menggelar acara di Gedung Rumoh Agam.

Sedangkan Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Gampong, Emmifijal menyatakan terkait penyediaan genset ataupun wireless microphone di Gedung Rumoh Agam bukan tanggung jawab pihaknya, melainkan tanggung jawab pihak Bagian Umum Setda selaku pengelola gedung itu.

“Itu bukan tugas kami, sebab kami menyewa pemakaian gedung ini kepada mereka untuk acara hari ini,” ujar Emmifijal singkat.

Kabag Umum dan Perlengkapan Setda Aceh Selatan Tahta Amrullah S.STP., yang hendak dikonfirmasi terkait persoalan tersebut belum berhasil. Didatangi ke kantornya yang bersangkutan tidak berada di tempat, demikian juga saat dihubungi ke nomor ponselnya sedang tidak aktif.

Sementara itu, Manager PLN Rayon Tapaktuan Rahmat Syukran menjelaskan insiden pemadaman listrik secara tiba-tiba di seputaran Kota Tapaktuan tersebut bukan kesengajaan pihaknya, melainkan karena faktor non-teknis atau faktor alam.

“Pemadaman listrik itu disebabkan karena ada masyarakat yang memotong pohon kayu di wilayah Kecamatan Samadua terkena jaringan kabel PLN. Sehingga berimbas kepada suplai arus PLN dimana padam secara tiba-tiba. Hal itu di luar kuasa atau kemampuan kami. Yang pasti kami tidak dengan sengaja mematikan listrik. Apalagi kondisi mesin sekarang ini masih sangat bagus tidak ada persoalan apapun,” tegasnya.

Saat disinggung mengenai tagihan lsitrik PLN yang tidak pernah menunggak karena selalu dibayar tepat waku oleh Pemkab Aceh Selatan berdasarkan ucapan yang sempat terlontar dari mulut pejabat Aceh Selatan yang merasa kecewa saat listrik PLN tiba-tiba padam, Rahmat Syukran mengakui hal itu. Pemkab Aceh Selatan selama ini tidak pernah menunggak pembayaran rekening listrik.

“Untuk tagihan listrik dari 18 kecamatan seluruh Aceh Selatan termasuk kantor dinas di Tapaktuan seluruhnya berjumlah sekitar Rp500 juta lebih/bulan. Selama ini seluruh tagihan itu tidak pernah menunggak. Jadi sekali lagi kami tegaskan bahwa pemadaman listrik sama sekali tidak ada hubungannya dengan tagihan listrik, melainkan murni karena faktor alam,” pungkasnya.[]

CUT ISLAMANDA
KONTRIBUTOR · ARGUMENTA.ID

Tulis Komentar