Hari ini 26 tahun silam. Pasukan koalisi pimpinan Amerika Serikat melancarkan invasi darat di Irak. Operasi darat dilakukan setelah selama enam minggu AS dan koalisinya terus melakukan pemboman di Negeri Seribu Satu Malam tersebut.
Dilansir dari situs History, serangan darat ke Irak bermula dari pendudukan negara itu terhadap Kuwait. Pada 2 Agustus 1990, Irak menginvasi Kuwait dan dalam hitungan jam telah menduduki posisi paling strategis di salah satu negeri Petro Dollar itu.
Berdalih membela Kuwait, satu pekan kemudian AS meluncurkan Operasi Perisai, yakni operasi pertahanan AS yang dilakukan dari Arab Saudi. Washington mengumpulkan pasukannya di Teluk Persia dan memulai Operasi Perisai dari sana.
Tiga bulan kemudian, Dewan Keamanan PBB mengeluarkan resolusi yang isinya memberikan otorisasi penggunaan kekuatan kepada AS dan koalisi internasional untuk membuat Irak keluar dari Kuwait. Resolusi itu memberikan ultimatum hingga 15 Januari 1991. Irak bergeming.
Tepat 16 Januari 1991 pukul 04.30 waktu setempat, Operasi Badai Gurun, sebuah gerakan ofensif besar-besaran untuk melawan Irak, yang dipimpin AS, dimulai. Operasi ditandai dengan peluncuran pesawat tempur pertama mereka dari Arab Saudi.