Keberhasilan merupakan sebuah perjuangan panjang dengan bermacam tantangan dan rintangan. Salah satu kunci keberhasilan adalah adanya kedisiplinan. Dalam menerapkan disiplin sebagai pakaian kehidupan sangat dipengaruhi oleh beberapa faktor, baik internal dan eksternal. Hal ini sesuai yang dikemukakan Slameto bahwa faktor internal adalah faktor yang ada dalam diri individu yang sedang belajar, sedangkan faktor eksternal adalah faktor yang ada di luar individu.
Di antara faktor internal pertama, motivasi. Ini merupakan sebagai tempat menggerakkan mesin aktivitas makhluk hidup, yang melahirkan perilaku serta mengarahkannya kesalah satu target atau tujuan. Motivasi (faktor pendorong) sangat dibutuhkan dalam proses belajar. Apabila motivasi untuk mendapatkan sesuatu sangat kuat, dan kondisi yang ada sangat memungkinkan, maka seseorang akan berusaha keras untuk mencapai tujuan tersebut. (Muhammad Usman Najati).
Kedua, minat. Faktor ini juga masih dalam pandangan Slameto merupakan sebuah kecenderungan yang tetap untuk memperhatikan dan mengenang beberapa kegiatan-kegiatan yang diminati seseorang, diperhatikan terus-menerus yang disertai dengan rasa senang. Minat erat kaitanya dengan kebutuhan, dalam hal ini minat sangat dipengaruhi oleh kebutuhan. Apabila seseorang membutuhkan sesuatu maka dengan sendirinya dia akan memenuhi kebutuhan tersebut tanpa dorongan dari orang lain. Minat yang timbul dari kebutuhan anak-anak seperti kebutuhan akan keteraturan dalam belajar, keteraturan dalam bersikap sehingga mereka bisa mencapai cita-citanya. Ini merupakan faktor pendorong bagi anak dalam melaksanakan disiplin. Sesuai dengan yang dikatakan Emiie Durkheim bahwa: Salah satu semangat disiplin adalah keinginan akan adanya keteraturan.( Emile durkheim, Moral Education, Ter. Lukas Ginting, Pendidikan Moral (Jakarta: Erlangga, 1990).
Ketiga, intelgensi. Ini merupakan sebuah kecakapan yang terdiri dari tiga jenis yaitu: secara efektif dan mengetahui relasi dan mempelajarinya dengan cepat. Seseorang yang mempunyai intelegensi tinggi dapat berhasil dengan baik dalam menerapkan disiplin. Karena siswa yang intelegensinya tinggi akan lebih mudah dalam menyesuaikan dirinya dalam situasi yang baru dengan cepat dan efektif, seperti dalam menyesuaikan dirinya dengan peraturan-peraturan yang berlaku di sekolah, sebaliknya seseorang yang memiliki inteligensi yang rendah akan mengalami keterlambatan. (Slameto,2003).