Hampir setiap akhir pekan penulis menyimak acara di sebuah saluran televisi swasta. Dengan penuh rasa percaya diri, seorang pembawa acara tampil seraya mengucapkan kalimat: Hadirin di studio dan segenap pemirsa di rumah, pada malam yang berbahagia ini kita akan menyaksikan penampilan . Pada acara lain, penulis menemukan kalimat serupa, yakni: Pada kesempatan yang berbahagia ini, saya akan menemani pemirsa di rumah 1/2 jam ke depan . Sekilas, frasa malam yang berbahagia dan kesempatan yang berbahagia pada kedua kalimat di atas terkesan baik-baik saja alias tak bermasalah. Namun, jika sedikit jeli, kita akan menemukan ketidaklogisan dari kedua frasa tersebut.
Ketidaklogisan yang dimaksud akan tampak nyata apabila kita sandingkan dengan (struktur) kalimat bahasa asing. Simaklah beberapa contoh kalimat bahasa Inggris berikut:
- The program was boring. She (Anita) got bored then. (Acara itu membosankan. Anita pun merasa bosan).
- The work was so tiring. He (Tono) felt tired soon. (Pekerjaan itu sangat melelahkan. Tono merasa cepat lelah.)
- The service was satisfying. We were all satisfied. (Pelayanannya memuaskan. Kita semua merasa puas.)
Pasangan kata boring-bored, tiring-tired, dan satisfying-satisfied dalam kalimat di atas adalah adjektiva (kata sifat). Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), adjektiva adalah kata yang menjelaskan nomina atau pronominal.
Kata boring, tiring, dan satisfying adalah adjektiva yang menerangkan (nomina) program, work, dan service. Di sisi lain, bored, tired, dan satisfied juga merupakan bentuk adjektiva masing-masing menerangkan (pronominal) She (Anita), He (Tono), dan We.
Dari penjelasan ini, maka kedua frasa bermasalah di atas perlu direvisi agar taat asas atau sesuai kaidah yang berlaku. Kedua frasa tersebut seharusnya berbunyi (1) malam yang membahagiakan dan (2) kesempatan yang membahagiakan.
Ingat! Kata malam dan kesempatan adalah nomina, bukan pronomina. Lantas bagaimana dengan kata bahagia?
Setidaknya ada dua makna kata berbahagia, yakni (1) dalam keadaan bahagia; (2) menikmati kebahagiaan. Dalam hal ini, keduanya adalah verba sehingga yang (semestinya) berbahagia adalah pronominal, bukan nomina. Alhasil, yang dapat merasakan kebahagiaan adalah makhluk bernyawa, seperti Anda, saya, atau kita.