BANDA ACEH – Ketua Komite Peralihan Aceh (KPA) Singkil, Sarbaini bin Johan, meminta para pemimpin Aceh untuk kembali akur. Penekanan ini diutamakan untuk pemimpin yang berasal dari mantan kombatan Gerakan Aceh Merdeka (GAM).
Dia juga mengaku menyesal melihat pemimpin Aceh saat ini yang tidak akur, hanya karena jabatan dalam pemerintahan yang diemban selama ini.
Kalau ini (jabatan-red) yang diharapkan dan akhirnya seperti sekarang, untuk apa kita berjuang dulunya,” kata Panglima KPA Singkil, Sarbaini, Kamis, 26 November 2015 malam.
Sebagai Ketua KPA, Sarbaini merasa memiliki beban moral yang susah diungkapkan dengan keadaan Aceh hari ini.
“Saat kami pulang kampung, ada janda kombatan dan anak yatim yang bertanya soal bagaimana perjuangan Aceh hari ini. Ini apa yang harus kami jawab? Jadi tolonglah kembali dalam satu barisan untuk membangun Aceh,” kata Sarbaini.
Sarbaini juga menyesalkan adanya pertemuan eks-Tripoli dengan Gubernur Aceh yang ujung-ujungnya menimbulkan konflik baru di kalangan mantan kombatan.
“Apalagi ada statemen yang menyatakan GAM murni adalah eks Tripoli. Ini berarti selama ini perjuangan kami tak dianggap,” kata Sarbaini.
“Kami memang bukan eks-Tripoli, tapi kami ada di Aceh saat konflik hingga pemotongan senjata. Sedangkan eks yang berada di The Pade kemarin, banyak yang pulang pasca damai. Kalau memang mereka menganggap diri lebih berhak soal perjuangan Aceh, kami siap mengembalikan semua tanggungjawab perjuangan ini kepada mereka,” kata Sarbaini lagi.