BANDA ACEH – Ketua Partai NasDem Provinsi Aceh, Zaini Djalil, mempertanyakan kebenaran ucapan Tarmizi Karim dalam kampanye akbar di kompleks Terminal Terpadu Kota Fajar, Kecamatan Kluet Utara, Aceh Selatan, Sabtu, 4 Februari 2017 lalu tentang penentuan wakilnya.
Dalam orasi politik tersebut Tarmizi Karim menyebutkan bahwa pemilihan Maksalmina Ali sebagai wakilnya, murni dari dirinya dan disambut baik oleh Ketua Umum NasDem, Surya Paloh, karena Paloh disebut sudah sangat mengenal Maksalmina. (Baca: Tarmizi Machsalmina Bertekad Majukan Pembangunan Pantai Barat Selatan)
“Pak Tar memperkenalkan (Maksalmina pada Surya Paloh) iya , tapi Ketum juga tak kenal. Bukannya direspons positif, baik (oleh Surya Paloh tapi Surya Paloh tak kenal Maksalmina), seperti yang disampaikan (Tarmizi dalam kampanye bahwa Suya Paloh sangat setuju dan merespon baik pergantian Zaini ke Maksalmina) itu tidak benar,” kata Zaini saat dihubungi portalsatu.com, Selasa, 7 Februari 2017.
Ia pun menjelaskan asal mula Tarmizi Karim meminang dirinya untuk menjadi pendampinya dalam Pilkada 2017. Zaini saat itu tidak mau tapi kemudian Tarmizi menghadap Surya Paloh untuk meminta Zaini Djalil. Akhirnya Paloh setuju dan Zaini ikut perintah atasan.