TERKINI
HEALTH

Abu Lueng Ie: Sang Mursyid dan Ulama Ahli Bermacam Bahasa Asing (VII)

PERJUANGAN Abu Lueng Ie pada awalnya berdiri dayah Babul Ulum masyarakat di sana belum bisa menerima kehadiran dayah tersebut yang terletak tidak jauh dari pusat…

HELMI SUARDI Kontributor
DIPUBLIKASIKAN
WAKTU BACA 2 menit
SUDAH DIBACA 2.3K×

PERJUANGAN Abu Lueng Ie pada awalnya berdiri dayah Babul Ulum masyarakat di sana belum bisa menerima kehadiran dayah tersebut yang terletak tidak jauh dari pusat kota Ulee Kareng.

Namun dengan kesabaran dan perjuangan Abu Lueng Ie bahkan hingga saat ini masyarakat sekitar dayah telah merasakan manfaat dan mengenal sosok ahli ilmu dalam hal ini para ulama dan kapasitas sosok Abu Lueng Ie termasuk Abon Tajuddin sang mursyid muda yang dilantik oleh al-Marhum Sayyidul Mursyidin Abuya Doktor Muhibbudin Waly.

Abu Lueng Ie dalam pengajian dan dakwahnya lewat tawajuh dan zikir tetap memakai media yang mudah di pahami oleh masyarakat awam. Salah satunya Abu Lueng Ie saat mengajarkan ilmu tauhid umpamanya, beliau mengajarinya dengan nadham atau syiar kuno Aceh dan saat ini sudah langka dan ditinggalkan oleh para pendakwah dan masyarakat pada umumnya.

Menurut pengakuan Abon Tajuddin, sang ayahanda beliau menulis sendiri kajian ilmu baik fiqh, tauhid dan tasawuf denga pendekatan nadham. Sungguh Abu Lueng Ie dalam dakwahnya mendengan mengedepankan kearifan sosial (local Wisdom) dengan nadham.

Goresan ilmu Abu Lueng Ie telah memberi warna dan wajah syariat dan tarekat di seputaran wilayah Aceh Besar dan sekitarnya dengan aura penuh nuansa relegi. Di dayah Babul Ulum sendiri para mahasiswa pendatang lebih memilih dayah sebagai tempat tinggal selama menuntut ilmu di kampus Darussalam Banda Aceh dan belajar ilmu agama.

Tidak sedikit mereka yang berstatus mahasiswa berhasil dan menjadi tokoh agama, kampus dan birokrasi di kemudian hari. Salah satu di antaranya Abi Daud Hasbi, mantan Kakandepag di beberapa wilayah di Aceh dan kini di masa pensiun menjadi pimpinan dayah Jeumala Amal Lueng Putu, Pidie Jaya.

Bahkan almarhum Profesor Safwan Idris juga pernah belajar di dayah tersebut pada masa Al-Mukarram Abu Lueng Ie, bukan hanya ilmu agama sosok tokoh Aceh itu yang bercita-cita ingin menjadikan kampus bernuansa dayah itu walaupun tidak tertunai hajat sang guru besar itu karena duluan dijemput maut, juga belajar bahasa asing dengan Abu Lueng Ie.

Sosok Abu Lueng Ie di samping sebagai mursyid dan ulama kharismatik plus pimpinan dayah, namun sangat menguasai berbagai jenis bahasa asing dan wajar sang profesor itu di masa mudanya belajar bahasa asing kepada sang gurunya itu.[]

HELMI SUARDI
KONTRIBUTOR · ARGUMENTA.ID

Tulis Komentar