LANGSA – Puluhan siswa SMKN 2 yang diduga terlibat penyerangan terhadap SMAN 1, diangkut dengan dua truk reo ke Polres Langsa, Selasa, 24 November 2015, siang. Sementara dewan guru SMAN 1 Langsa terpaksa meliburkan proses belajar mengajar satu hari, besok, lantaran khawatir terjadi aksi susulan.
Mereka (puluhan siswa SMK Negeri 2 Langsa) kita amankan untuk dimintai penjelasan akibat ulahnya melakukan aksi penyerangan ke SMA Negeri 1 Langsa, ujar Kapolres Langsa AKBP Sunarya SIK, saat ditemui di SMKN 2 Langsa, usai menasehati para siswa itu.
Menurut Kapolres, tindakan para siswa tersebut merugikan mereka sendiri dan dapat mencoreng nama baik sekolahnya. Kita berharap ke depan mereka tidak mengulangi aksi yang tidak dapat dicontohkan ini. Apalagi terait hal sepele, tidak boleh terpancing. Siswa seharusnya rajin belajar, bukan tawuran atau menyerang sekolah lain, kata Sunarya di hadapan puluhan SMKN 2 Langsa.
Sementara itu, proses belajar mengajar di SMAN 1 Langsa terpaksa dihentikan usai terjadi penyerangan dengan batu oleh para siswa SMKN 2 Langsa. Ekses insiden itu, dewan guru SMAN 1 Langsa bahkan meliburkan siswanya satu hari, besok (Rabu).
Idham, guru SMAN 1 Langsa mengutip hasil rapat dewan guru dengan pihak Polres Langsa, mengatakan, besok terpaksa siswa diliburkan. Satu hari libur, besok, dan untuk sore hari ini pun semua aktivitas juga ditiadakan di sekolah,” katanya.