TAPAKTUAN – Pernyataan Juru Bicara Tim Pemenangan Irwandi Nova Aceh Selatan, Tgk Samsul Bahri alias Mamak dalam konfrensi pers kemarin, mendapat respon keras dari Ketua Komite Peralihan Aceh (KPA) Kabupaten Aceh Selatan, Tgk Irhafa Manaf.
Irhafa mengajak semua pihak agar menahan diri dengan tidak mengeluarkan pernyataan yang melebar kemana-mana sehingga berpotensi semakin memperkeruh suasana.
Sebaiknya dalam pesoalan ini kita saling menahan diri untuk menciptakan suasana damai dan nyaman dalam menghadapi Pilkada. Semua pihak kami minta hormati proses hukum berjalan sesuai aturan berlaku. Lebih dari itu adalah perdamaian lebih utama, kata Tgk Irhafa Manaf dalam siaran persnya kepada wartawan di Tapaktuan, Sabtu 14 Januari 2017.
Irhafa mengatakan, pernyataan Juru Bicara Tim Pemenangan Irwandi Nova Aceh Selatan, Samsul Bahri yang menuding Ketua Koalisi Partai Pengusung dan Pendukung Muzakir Manaf TA Khalid Aceh Selatan, T Heri Suhadi alias Abu Heri Rotterdam telah mengeluarkan pernyataan tidak berdasar serta sebagai pendatang baru dalam Partai Aceh dinilai pihaknya terlalu mengada-ada serta kekanak-kanakan.
Sebab, kata Irhafa Manaf, Abu Heri Rotterdam mengeluarkan pernyataan tersebut jelas-jelas dalam konteks merespon pernyataan Koordinator Tim Pemenangan Irwandi Nova Barat Selatan, Tgk Abrar Muda yang menyebutkan akan melakukan perusakan APK milik pasangan calon nomor 5 tersebut mulai dari Aceh Selatan sampai Banda Aceh. Karena pernyataan tersebut sudah dikategorikan sebuah bentuk intimidasi dan teror kepada masyarakat.
“Perlu saya jelaskan bahwa tanggapan Abu Heri Rotterdam dalam konteks menanggapi pernyataan intimidasi yang mengancam akan merusak seluruh alat peraga kampanye mereka dari Aceh Selatan sampai Banda Aceh, mereka yang dimaksud itu adalah Tim Mualem TA Khalid,” tegasnya.
Menurutnya, pernyataan tersebut dinilai bagian dari intimidasi terhadap seluruh komponen masyarakat karena pendukung Mualem TA Khalid terdiri dari seluruh kompenen masyarakat termasuk beberapa ulama bukan hanya PA/KPA.
“Perlu kami sampaikan bahwa Partai Aceh itu milik seluruh rakyat Aceh bukan hanya milik Kombatan GAM, ungkapnya.