BANDA ACEH – Ketua Hanura Aceh, Syafruddin Budiman, membenarkan adanya pembahasan antara jajaran petinggi Hanura Pusat dengan Ketua Umum DPA Partai Aceh, Muzakir Manaf, terkait kondisi keamanan dan politik Aceh. Pertemuan ini berlangsung di bilangan Jakarta Pusat, Minggu, 8 Januari 2017 malam.
“Oh ya (ada pertemuan), bahas soal Aceh, keamanan, pembangunan Aceh, bagaimana kalau Mualem menang. Itu aja, acara silaturahmi,” kata Syafruddin Budiman menjawab portalsatu.com, Senin, 9 Januari 2017 siang.
Namun, saat ditanyakan apakah pertemuan ini menjadi sinyal adanya perubahan peta dukungan dari Partai Hanura untuk calon Gubernur Aceh, Syafruddin menjawab, “Begini ya, kita secara partai ya, sudah mendukung Tarmizi Karim. Itu kan secara partai.”
Pun demikian, Syafruddin Budiman tidak membantah adanya arahan khusus dari Ketua Umum Hanura Pusat Osman Sapta Odang atau dikenal Oso, agar kader partai tersebut memenangkan Mualem–sapaan akrab Muzakir Manaf–sebagai Gubernur Aceh periode 2017-2022.
“(Pesan khusus Ketum Hanura Pusat) untuk langkah pertama memenangkan Mualem untuk gubernur,” kata Syafruddin.
Menyikapi hal tersebut, DPD Hanura Aceh akan menjalankan perintah Ketum Hanura Pusat. “Kita patuh kepada perintah, loyalitas kepada pimpinan,” katanya, meski mengakui tidak bisa lagi menarik dukungan resmi Hanura untuk Tarmizi Karim di Pilkada 2017 ini.
Informasi yang diterima portalsatu.com, dalam pertemuan tersebut, Oso juga turut memberikan semangat kepada kader Partai Aceh di Aceh Utara agar tidak patah semangat dalam bekerja untuk memenangkan Mualem. Dia mengatakan hal itu terkait pelanggaran Pilkada berupa pengrusakan atribut kampanye milik Partai Aceh di kabupaten tersebut.
Di sisi lain, Oso juga menyebutkan sebenarnya tidak ada istilah utusan pusat untuk calon Gubernur Aceh. Menurutnya, siapa pun yang dipilih oleh rakyat maka dialah gubernur.