LHOKSUKON Satu unit mobil operasional milik PT PLN Ranting Lhoksukon terperosok di jembatan gantung Gampong Asan Ara Kemudi, Kemukiman Lhoksukon Barat, Kecamatan Lhoksukon, Aceh Utara, Jumat, 20 November 2015 pukul 19.30 WIB. Selang dua jam kemudian, satu unit sepeda motor (sepmor) kembali jatuh di lubang yang sama.
Akibat kejadian itu, pengendara sepmor, Bustamam, 35 tahun, warga Brandang Krueng, Kecamatan Cot Girek, Aceh Utara, mengalami luka lecet.
Jembatan yang memiliki panjang sekitar 150 meter dengan lebar 1,5 meter tersebut berbatasan dengan Gampong Asan Krueng Kreh, Kecamatan Pirak Timu. Jembatan itu merupakan jalur lintas warga di tiga kecamatan, yakni Pirak Timu, Paya Bakong dan Cot Girek.
Semalam saat mobil PT PLN melintas, lantai jembatan yang sudah lapuk itu patah. Alhasil dua ban bagian depan mobil tersebut terperosok. Mobil itu dapat melaju kembali setelah dibantu evakuasi oleh masyarakat. Selang dua jam kemudian, satu unit sepeda motor warga juga terperosok di lubang yang sama, kata Geuchik Gampong Asan Krueng Kreh, Abdul Aziz kepada portalsatu.com, Sabtu 21 November 2015.
Ia menyebutkan, jembatan itu dibangun pada tahun 1982. Pada tahun 2006 sempat direhab setelah insiden jatuhnya mobil tanki milik PDAM Tirta Mon Pase. Kemudian Desember 2011 setelah sling sayap kiri jembatan putus akibat tertimpa pohon pinang yang roboh. Kala itu jembatan menjadi miring.
Pada dasarnya jembatan itu memang sudah tidak layak pakai, mengingat sling jembatan sudah tidak mampu menahan beban berat. Selama empat tahun terakhir warga hanya bisa melakukan perbaikan seadanya dengan dana swadaya. Hal itu agar jembatan tetap dapat dilintasi, walau kondisinya mengkhawatirkan, ujarnya.