TERKINI
NEWS

Pasal UUPA Digugat, Pemerintah Aceh Diminta Batalkan MoU Helsinki

BANDA ACEH - Pemerintah Aceh diminta untuk membatalkan perjanjian damai Helsinki antara Gerakan Aceh Merdeka (GAM) dan RI. Hal ini disebabkan trend menggugat Undang-Undang Pemerintahan…

root Kontributor
DIPUBLIKASIKAN
WAKTU BACA 2 menit
SUDAH DIBACA 1.9K×

BANDA ACEH – Pemerintah Aceh diminta untuk membatalkan perjanjian damai Helsinki antara Gerakan Aceh Merdeka (GAM) dan RI. Hal ini disebabkan trend menggugat Undang-Undang Pemerintahan Aceh yang merupakan implementasi MoU Helsinki oleh beberapa pihak.

“Untuk apa mempertahankan perjanjian itu jika Pemerintah RI terus menerus mengkhianatinya secara sepihak,” ujar Juru Bicara Aliansi Mahasiswa Aceh, Mashari Wahid, melalui siaran persnya kepada portalsatu.com, Jumat, 2 September 2016.

Dia mengatakan seharusnya pemerintah pusat menyadari akan timbulnya keresahan terhadap keberlangsungan perjanjian damai jika pembatalan pasal-pasal UUPA terus dilakukan.

“Jangan hanya karena gugatan beberapa pihak yang berkepentingan di Aceh, Pemerintah Pusat menjadikannya sebagai alasan mengkhianati rakyat Aceh. Itu sudah tidak wajar,” ujar Mashari.

Mahasiswa Fakultas Syariah dan Hukum UIN Ar Raniry ini juga meminta Pemerintah Aceh untuk tidak terlalu lunak dengan fenomena ini. Selain itu, dia juga mengingatkan semua pihak agar MoU Helsinki tidak bernasib sama seperti Ikrar Lamteh.

Mashari juga menilai seperti ada skenario baru yang dipakai menjelang pilkada untuk memperkeruh suasana di Aceh. Tujuannya, agar isu Qanun Bendera dan Lambang Aceh menjadi seolah-olah isu yang dipolitisir. 

“Padahal secara hukum (Qanun Lambang dan Bendera) itu sudah,” katanya.

Mashari juga meminta anggota DPR Aceh, baik dari Partai Lokal maupun Partai Nasional, agar tidak diam menyikapi fenomena ini.

“Silahkan tunjukkan tanggung jawab kalian terhadap rakyat Aceh. Dan kepada DPR-RI dari Aceh, anda disana utusan rakyat Aceh, jangan hanya diam dan hanya pikirkan nasib anda sendiri. UUPA rontok pasal per pasal. Kalian juga harus mempertanggungjawabkan kepada kami rakyat Aceh.”

Di sisi lain, Mashari juga meminta semua pihak untuk tidak mengedepankan kepentingan pribadi lalu mengabaikan kepentingan rakyat Aceh. Dia berharap darah rakyat Aceh pada masa konflik tidak tumpah sia-sia.

“Mari kita membuka mata hati demi Aceh yang lebih baik,” katanya.[](bna)

root
KONTRIBUTOR · ARGUMENTA.ID

Tulis Komentar