TERKINI
TAK BERKATEGORI

Dukung Turki, Iraq akan Menghapus Jaringan Feto di Negaranya

"Kami menghubungi departemen masing-masing untuk mengambil langkah yang diperlukan pada kegiatan Feto di Irak," kata duta besar Irak.

LIPUTAN6 Kontributor
DIPUBLIKASIKAN
WAKTU BACA 2 menit
SUDAH DIBACA 571×

ANKARA – Semua bagian dari pemerintah Irak telah diperintahkan untuk mengambil langkah yang diperlukan terhadap kegiatan teroris Organisasi Fetullah (Feto) di negara itu, kata Duta Besar Irak ke Turki, Senin.

Duta Besar Iraq, Hisham Ali Akbar Ibrahim Al-Alawi, mengatakan kepada Anadolu Agency bahwa pemerintah Turki memberikan meminta Baghdad untuk tidak hanya untuk menutup sekolah jaringan Feto tetapi juga pada isu-isu lain tentang Feto, yang dituduh sebagai teroris dan berada di balik kudeta gagal 15 Juli.

“Kami menghubungi departemen masing-masing untuk mengambil langkah yang diperlukan pada kegiatan Feto di Irak,” katanya.

Al-Alawi mengatakan bahwa Turki dan Irak berbagi sejarah budaya, politik dan ekonomi umum.

Dia mengatakan pemerintah Irak memberikan dukungan penuh kepada pemerintah terpilih Turki dan tidak percaya bahwa kudeta membawa manfaat atau stabilitas untuk masyarakat.

Al-Alawi mengatakan, ia tekesan dengan cara partai politik Turki dan orang-orang dari berbagai sektor masyarakat melindungi demokrasi dan membela pemerintah terpilih, terlepas dari perbedaan pandangan mereka dalam pilihan politik.

Duta besar mengatakan bahwa Feto memiliki sekolah di ibukota Baghdad serta Basra dan Kirkuk.

Al-Alawi menambahkan bahwa dia tidak tahu jika ada universitas Feto-linked atau rumah sakit di Irak dan bahwa sekolah di negara ini didirikan pada waktu yang berbeda.

Pemerintah Daerah Kurdi di utara Irak (KRG) mengumumkan pada 6 Agustus bahwa manajemen sekolah Feto-linked di KRG akan diserahkan kepada Departemen Pendidikan.

Di Turki, setidaknya 240 orang tewas dalam kudeta gagal 15 Juli, yang pemerintah mengatakan itu diselenggarakan oleh pengikut pendeta berbasis AS Fetullah Gulen.

Gulen juga dituduh telah sekian lama memimpin kampanye untuk menggulingkan pemerintah Turki melalui infiltrasi lembaga negara, khususnya militer, polisi, dan pengadilan, membentuk apa yang dikenal sebagai negara paralel.[]

LIPUTAN6
KONTRIBUTOR · ARGUMENTA.ID

Tulis Komentar