BANDA ACEH – Dalam proses pembelajaran di universitas terdapat satu proses kuliah yang dilakukan dengan cara turun langsung ke dalam masyarakat. Mahasiswa dituntut untuk menerapkan ilmunya dalam masyarakat dan juga mahasiswa diharuskan untuk belajar dari proses tersebut.
Ada beberapa macam penyebutan untuk proses kuliah ini. Misalnya, di Unsyiah proses ini disebut Kuliah Kerja Nyata (KKN) sedangkan di UIN Ar-Raniry proses kuliah ini disebut Kuliah Pengabdian Masyarakat (KPM). Meski memiliki dua nama yang berbeda namun esensi yang ditawarkan tetaplah sama yakni mengambi dalam masyarakat.
Akan tetapi ada hal yang berbeda dari kedua universitas ini dalam menjalankan kuliah pengabdian tersebut yakni peran kampus.
Di Unsyiah mahasiswa dituntut membiayai sendiri ongkos perjalanan ke lokasi pengabdian, sedangkan UIN membiayai semua biaya perjalanan oleh kampus.
“Ya kami baru saja pulang dari KPM dan memang transportasi ditanggung semua oleh kampus. Kami tinggal mengikuti prosedur,” ucap Affied, salah seorang mahasiswa UIN Ar-Raniry, Rabu, 27 Juli 2016.