TERKINI
TAK BERKATEGORI

Warga; Hewan Saja Tidak Bisa Lewat

IDI RAYEK - Warga pedalaman Aceh Timur dari Dusun Celike, Desa Relis, Kecamatan Lokop Serbajadi mengeluh, karena belum adanya infrastruktur berupa jembatan dan jalan yang…

IRMANSYAH D GUCI Kontributor
DIPUBLIKASIKAN
WAKTU BACA 2 menit
SUDAH DIBACA 415×

IDI RAYEK – Warga pedalaman Aceh Timur dari Dusun Celike, Desa Relis, Kecamatan Lokop Serbajadi mengeluh, karena belum adanya infrastruktur berupa jembatan dan jalan yang menghubungkan antara kecamatan itu dengan Kabupaten Gayo Lues.

Informasi dihimpun portalsatu.com, jalan yang menghubungkan dua daerah pedalaman di dua kabupaten berbeda itu belum memadai. Selama ini masyarakat nekat menerobos derasnya arus sungai jika ingin menyeberang.

“Ada lima lokasi sungai yang harus diarung oleh pengguna jalan jika hendak melewati Gayo Lues, begitu juga sebaliknya untuk warga di sana menuju Aceh Timur. Hal yang seperti ini sudah berlangsung lama selama jalan dibangun masa Belanda dulu,” ujar Ardi, salah satu warga kepada portalsatu.com, Selasa, 19 Juli 2016.

Dia berharap Pemerintah Aceh segera membangun jembatan dan jalan yang layak antardua kabupaten itu. Mengingat jalan tersebut salah satu jalur alternatif yang dilewati masyarakat Aceh Timur khususnya Lokop menuju  Gayo Lues, Medan, Kuta Cane, serta Aceh Tamiang.

“Jalur itu kami gunakan karena dekat. Tidak mungkin kami warga Lokop harus lewati Bireuen dulu baru ke Takengon. Maka dalam hal ini kami minta pemerintah tidak hanya memprioritaskan pembangunan terpencil di atas meja saja, tapi bukti kerja di lapangan ada nggak?” katanya mempertanyakan.

Ardi menceritakan, setahun belakangan ini sudah banyak warga yang hanyut saat melintasi sungai itu. Meski belum menelan korban jiwa, kejadian itu sangat mengancam keselamatan warga.

“Bahkan ada teman saya dalam pekan yang lalu hanyut sendirian dengan sepeda motor, karena suasana hujan dia nekat menerobos sehingaa dia bersama motornya  terseret. Memang tidak ada yang meninggal dunia, tapi keselamatannya sudah terancam,” katanya.

Selaku masyarakat kecil, Ardi mendesak Pemerintah Aceh di sisa pemerintahan Zikir agar benar-benar peduli pada pembangunan di daerah terpencil.

“Jangan sampai jalan yang ada di pelosok Aceh, hewan saja tidak bisa lewat, apalagi manusianya,” kata Ardi.[](ihn)

IRMANSYAH D GUCI
KONTRIBUTOR · ARGUMENTA.ID

Tulis Komentar