TERKINI
TAK BERKATEGORI

”Radina Akan Mengubah Praktek Politik Berdasarkan Islam di Aceh”

BANDA ACEH - Senator Fachrul Razi bersama Majelis Ulama Nanggroe Aceh (MUNA) Pusat mendeklarasikan Rabithah Dinul Islam Nanggroe Aceh atau Radina di Hotel Grand Aceh…

root Kontributor
DIPUBLIKASIKAN
WAKTU BACA 3 menit
SUDAH DIBACA 1.3K×

BANDA ACEH – Senator Fachrul Razi bersama Majelis Ulama Nanggroe Aceh (MUNA) Pusat mendeklarasikan Rabithah Dinul Islam Nanggroe Aceh atau Radina di Hotel Grand Aceh Syariah, Banda Aceh, Minggu 3 Juli 2016.

Deklarasi dilaksanakan dalam rangka diskusi daerah dan musyawarah ulama yang menghasilkan struktur DPP/DPW dan AD/ART Radina. Diskusi ini juga menghasilkan rekomendasi Ulama MUNA se-Aceh dalam memperkuat DPP Radina. 

Sebagai catatan, Radina terdiri dari ulama muda, santri dan mahasiswa Islam yang berumur di bawah 35 tahun. Pelantikan juga dilakukan terhadap DPW Radina dari 23 Kabupaten/Kota.

Wakil Gubernur Aceh, Tgk. H Muzakir Manaf yang merupakan Calon Gubernur Aceh 2017-2022, melantik Pengurus DPP/DPW Radina se-Aceh. Dalam struktur yang baru terbentuk tersebut, Tgk Lismijar, MA, dipercaya menjabat Rais 'Am Pusat. Sementara Wakil I diemban Tgk Khasanda, Wakil II Tgk Aidil Muslim, Sekretaris Jenderal Tgk Fakhrul Rijal, MA., dan Bendahara Ust. Muhammad Sufri.

Dalam sambutannya, Wakil Gubernur Aceh, Muzakir Manaf, meminta semua pihak untuk bersama-sama menguatkan Dinul Islam di Aceh. Ini karena pelaksanaan Dinul Islam di Aceh dinilai butuh dorongan dari para pihak.

“Mari geutanyoe ta kuatkan Ahlulsunnah Wal Jamaah bersama-sama di Aceh,” ujar Wagub Mualem.

Muzakir Manaf menilai saat ini sudah tepat pembentukan Radina di Aceh. Pasalnya, dia menilai banyak pihak dari luar yang sudah mencoba merusak aqidah warga Aceh saat ini. 

“Marilah saban-saban tanyoe akan ta jaga. Peugot nanggroe, peugot bangunan, peugot jalan, si barangkasoe jeut. Tapi teupu mandum, peugot agama hana saboh sinyak pih, nyoe hana tajak meurunoe, nyoe ta tem dong, nyoe peureuloh hana roh tanyoe le, tapi ci peugot, peugot agama, nyoe harus ta persiap droe. Nyoe ta kalon, hanjeut ureung luwa atoe Aceh, han jeut ureung luwa yang ka ditinggai Aceh meuploh-ploh thon jak peuget Aceh. Efek jih lagee nyoe keuh ta rasa,” kata Mualem dalam sambutannya di pelantikan pengurus Radina.

Dalam kesempatan tersebut, Mualem juga mengajak pengurus Radina untuk memperkuat keberadaan Ahlussunnah wal jamaah (Aswaja) di Aceh.  “Insya Allah akan ta buktikan peu yang ta marit uroe nyoe. Teungku-teungku man mandum, nyoe hana kuasa peu ta peugah haba, peu ta cet langet?” 

Dia turut mengajak semua pengurus untuk bekerja ikhlas, tidak saling tuding, dan memfitnah antara satu sama lain. Menurut Mualem hal tersebut kerap terjadi dalam sebuah organisasi. “Saboh organisasi, perle kong, perle maju. Jadi bek na saling tuding, bek na saling memfitnah, meunyoe atra nyan na hana peu cet langet,” katanya.

Sementara itu, Senator Fachrul Razi, MIP dalam orasi politiknya mengatakan Radina merupakan sekelompok generasi muda Islam Aceh. Organisasi ini nantinya  akan melakukan perubahan terhadap praktek politik yang berdasarkan Islam di Aceh, dengan melakukan program-program yang sesuai dengan Dinul Islam. “Baik di masyarakat maupun praktek perpolitikan,” ujarnya kepada portalsatu.com, Selasa, 5 Juli 2016 dinihari.

Senator Fachrul Razi, MIP, yang juga Ketua Dewan Pendiri Radina, mengatakan pengkaderan generasi muda Aceh dalam Radina ke depan akan memperkuat pemahaman generasi muda Islam terhadap nilai-nilai ke-Aceh-an, ideologi Aceh, pemahaman politik Islam dan pendalaman Ahlussunah Waljamaah. “Lembaga ini juga akan menjadi pusat pengembangan dan penguatan Ahlussunah Waljamaah di Aceh dan menjadi pusat pengembangan sumber daya santri dan mahasiswa Islam,” katanya. 

Sementara itu, Ketua MUNA Pusat, Tgk Ali Basyah, dalam sambutannya menyatakan dukungan penuh Ulama MUNA seluruh Aceh untuk memperkuat kemenangan Mualem Muzakir Manaf dan TA Khalid sebagai calon Gubernur Aceh 2017-2022. “Kelahiran DPP/ DPW Radina se-Aceh merupakan lembaga pengkaderan underbow MUNA yang akan bekerja dalam menggalang kekuatan massa dalam membumikan Ahlulsunnah Waljamaah,” kata Tgk Ali Basyah.[](bna)

root
KONTRIBUTOR · ARGUMENTA.ID

Tulis Komentar