LHOKSEUMAWE Stand Komite Peralihan Aceh (KPA) Wilayah Pase turut memeriahkan pameran HUT ke-14 Kota Lhokseumawe di Lapangan Bolakaki Desa Ulee Blang Mane, Punteut, Kecamatan Blang Mangat. Kali ini KPA mengusung tema tulisan dan gambar adalah saksi bisu sejarah yang tak terbantahkan.
Hal itu disampaikan Juru Bicara (Jubir) Partai Aceh Wilayah Pase, Halim Abe saat ditemui portalsatu.com, Selasa 3 November 2015 di lokasi pameran. Sejauh ini ia mengaku merasa terharu atas antusiasme dan atensi pengunjung yang datang. Terlebih atas rasa keingintahuan mereka tentang makna perdamaian dan butir-butir MoU Helsinki yang belum terealisasi.
Kami sengaja menampilkan foto dan berbagai jenis buku sejarah Aceh dalam pameran ini. Karena tulisan dan gambar adalah saksi bisu sejarah yang tak terbantahkan, ujarnya.
Dikatakan Halim Abe, di sini pihaknya ingin melihat bagaimana animo dan respon masyarakat terhadap permasalahan Aceh setelah perdamaian.
Tujuan utamanya agar masyarakat bisa memahami maksud dari perjuangan yang telah diretas oleh para syuhada dan orang-orang terdahulu. Sebuah perjuangan yang dilakukan dengan susah payah demi kemaslahatan bersama dan Aceh yang lebih baik. Jadi, bukan sekedar menikmati romantisme masa lalu, jelasnya.