TAKENGON - Bakal calon Wakil Gubernur Aceh jalur Independen (perseorangan) Ir. H. Nasaruddin, mengaku akan memperjuangkan butir-butir MoU Helsinki jika ia dipercaya memimpin Aceh periode 2017-2022.…
TAKENGON – Bakal calon Wakil Gubernur Aceh jalur Independen (perseorangan) Ir. H. Nasaruddin, mengaku akan memperjuangkan butir-butir MoU Helsinki jika ia dipercaya memimpin Aceh periode 2017-2022.
Nasarussin menyebutkan, butir-butir MoU Helsinki merupakan kesepakatan Pemerintah Pusat dan Aceh yang harus direalisasikan.
“Yang buat undang-undang itukan Pemerintah Pusat, maka pemerintah harus menyegerakan lahirnya (implementasi) semua butir MoU itu,” kata Nasaruddin kepada portalsatu.com melalui selulernya, Sabtu, 18 Juni 2016.
Menurutnya, ada beberapa poin yang harus disegerakan oleh Pemerintah Pusat demi kemaslahatan bersama. Di antara poin-poin itu, sebut Nasaruddin, seperti masalah kewenangan dan pengangkatan kepala BPN Aceh dan kabupaten/kota.
“Ini butuh dekungan dari semua kalangan untuk kita wujudkan semua butir MoU ini,” kata Bupati Aceh Tengah itu.
Disinggung programnya jika ia menjabat Aceh-2, Nasaruddin mengaku langkah awal yang akan dilakukan adalah menyempurnakan tata kelola pemerintahan dan menyinkronkan program pembangunan antara pemerintah daerah dan Pemerintah Pusat.
“Kita sudah konsep itu. Intinya semua konsep yang telah kita susun untuk menyejahterakan masyarakat,” katanya.
Diisukan, Nasaruddin akan mendampingi Zaini Abdullah melalui jalur Independen di pilkada 2017. Namun deklarasi dirinya sebagai wakil diserahkan kepada bakal calon gubernur. “Tunggu saja, tiga hari lagi mungkin sudah dideklarasikan,” ujar Nasaruddin.[]