TERKINI
NEWS

Haji Uma Kunjungi Penemu Bayi dalam Kardus di Subussalam

Ismail adalah penemu bayi dalam kardus di depan teras rumahnya di Subussalam, Aceh Singkil pada 14 Oktober 2015 lalu.

NUSI P SEURUNGKENG Kontributor
DIPUBLIKASIKAN
WAKTU BACA 2 menit
SUDAH DIBACA 988×

SINGKIL – Anggota Komisi III DPD RI Sudirman atau Haji Uma merasa prihatin dengan tingginya kasus terhadap perempuan dan anak di Aceh. Mulai dari kasus-kasus pelecehan seksual, pembuangan bayi hingga traficking.

“Kami datang ke daerah-daerah untuk menginput data terkait jumlah kasus yang melibatkan perempuan dan anak. Hal itu kami lakukan agar bisa membentuk satu rancangan undang-undang tentang perlindungan perempuan dan anak,” kata Sudirman kepada portalsatu.com, Jumat, 30 Oktober 2015.

Menurutnya, tingginya kasus pembuangan bayi terjadi dalam skala nasional, bukan hanya di Aceh. Saat mengunjungi Badan Perlindungan Anak dan Perempuan di Subussalam, Aceh Singkil, Haji Uma menemukan sembilan kasus meliputi pembuangan bayi, pelecehan seksual dan traficking.

“Kasus ini disebabkan beberapa faktor, di antaranya kurangnya pembekalan agama, hilangnya kultur budaya dan minimnya pengawasan orang tua terhadap anak, khususnya remaja wanita,” ujarnya.

Di sisi lain ia melihat, banyak wanita Aceh saat ini sedang krisis trend gaya dan selalu ingin terlihat fashionable (modern). Alhasil kerap mengambil jalan pintas dengan pria hidung belang, karena pemasukan yang ada tidak sesuai dengan pengeluaran untuk selalu tampil modis dan glamor.

“Di sini orang tua harus memperketat pengawasan terhadap putrinya dalam segala bidang. Jika melihat putrinya memakai handphone dan barang mewah, harap pertanyakan jika memang itu bukan pemberian orang tua. Pengawasan harus dilakukan menyeluruh, termasuk lingkungan pergaulan dan sekolah,” katanya.

Haji Uma mengibaratkan pepatah Aceh, ’tajak beulaku linggang, tameupinggang belaku ija, tameungui beulaku tuboh, tapajoh belaku atra’. Artinya, berjalan sesuai gerakan, bersarung sesuai kain, berpakaian sesuai badan dan makan sesuai yang dimiliki.

Dalam kesempatan itu, Haji Uma juga mengunjungi Ismail di rumahnya. Ismail adalah penemu bayi dalam kardus di depan teras rumahnya di Subussalam, Aceh Singkil pada 14 Oktober 2015 lalu.

“Bayi laki-laki itu kini diberi nama Muhammad Ayasi oleh Ismail. Bahkan Ismail juga berniat mengadopsi bayi tersebut, namun masih terkendala proses hukum. Saat ini bayi itu dirawat Ismail atas titipan Dinas Sosial,” ujar Haji Uma yang juga memberikan santuan kepada Ismail untuk memenuhi kebutuhan bayi tersebut.[]

NUSI P SEURUNGKENG
KONTRIBUTOR · ARGUMENTA.ID

Tulis Komentar