BANDA ACEH Perwakilan dari Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) seluruh Aceh baru-baru ini berkunjung ke lokasi pembangkit listrik di Pangkalan Susu, Sumatera Utara. Kunjungan mereka untuk melihat pembangkit yang memproduksi listrik sebesar 2×200 mega wat (MW) di wilayah Sumbagut dan Unit Pengatur Beban Wilayah Sumbagut.
Muslim El Yamani, salah seorang yang ikut dalam kunjungan tersebut menjelaskan, kunjungan ke Pangkalan Susu untuk mencari akar masalah dari krisis listrik yang belakangan semakin meresahkan masyarakat Aceh.
Setelah mendengar pemaparan dari manajer dari dua tempat tersebut maka kami menemukan beberapa hal terkait kondisi listrik Aceh saat ini, kata Muslim melalui keterangan tertulis yang diterima portalsatu.com, Selasa, 3 Mei 2016.
Ia menjabarkan, Aceh masih defisit listrik dengan ketergantuan daya dari Sumatera Utara mencapai 50-60 persen, atau sekitar 130 MW. Sedangkan kebutuhan pasokan listrik untuk Aceh diperkirakan mencapai 357,9 MW. Keberadaan pembangkit listrik di Nagan Raya dan PLTMG Arun tidak mampu memenuhi pasokan tersebut.
Permasalahan lainnya, pembangkit listrik cadangan di Aceh tidak mampu mengatasi defisit listrik, sehingga ketika salah satu mesin pembangkit (PLTU dan PLTMG) tidak beroperasi atau dalam masa perawatan, maka akan terjadi gangguan listrik yang berakibat pada pemadaman.
Sub sistem jaringan di Aceh masih radial (hanya ada satu jaringan dari Medan masuk ke Aceh melalui wilayah Timur-utara) sehingga ketika ada gangguan di Sumut atau di beberapa tempat lain, maka seluruh Aceh akan mengalami gangguan. Kondisi ini menggambarkan ketidak seriusan PLN dalam membangun listrik di Aceh, karena jaringan diwilayah barat selatan dan timur tenggara baru sekadar perencanaan, seharusnya ini sudah dibangun jauh-jauh hari, katanya.
Tak hanya itu, kualitas dari pembangkit listri di Nagan Raya juga dinilai tidak begitu bagus. Belum lagi terkait sikap PLN Aceh yang dinilai tidak jujur kepada masyarakat Aceh dalam menjelaskan kondisi yang sebenarnya. Selama ini selalu disampaikan listrik di Aceh cukup tapi kenyataannya Aceh masih defisit.