TERKINI
NEWS

Hari Sumpah Pemuda, Mahasiswa Demo di Lhokseumawe

“Pemerintah harus berantas habis perusahaan-perusahaan yang terbukti terlibat dalam pembakaran hutan,” kata Khairul.

MAULANA AMRI Kontributor
DIPUBLIKASIKAN
WAKTU BACA 2 menit
SUDAH DIBACA 1.2K×

LHOKSEUMAWE – Sekitar 30 mahasiswa dari Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Hukum, Fakultas Ekonomi, dan Fakultas Pertanian Universitas Malikussaleh menggelar aksi demo di Lhokseumawe, Rabu, 28 Oktober 2015.  Bertepatan dengan peringatan Hari Sumpah Pemuda, para mahasiswa minta Presiden Jokowi menuntaskan permasalahan kabut asap yang dinilai telah merugikan masyarakat luas.

Aksi yang digelar di Bundaran Tugu Rencong, Simpang Kutablang, Kota Lhokseumawe sekitar pukul 11.00 WIB tadi, diawali dengan orasi secara bergantian. Setelah itu mahasiswa long march ke gedung Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Kota Lhokseumawe untuk mengajukan petisi terkait beberapa persoalan yang berkembang selama ini.

Khairul Umam, koordinator aksi dalam orasinya di depan gedung DPRK tersebut, meminta pemerintah mengusut tuntas aktor di balik kasus pembakaran hutan yang telah memberikan dampak buruk bagi lingkungan dan kesehatan masyarakat.

“Pemerintah harus berantas habis perusahaan-perusahaan yang terbukti terlibat dalam pembakaran hutan,” kata Khairul.

Khairul menambahkan, melalui momentum Hari Sumpah Pemuda ini pemerintah juga harus membuka lapangan kerja seluas-luasnya, memberantas Narkoba sampai ke akar-akarnya.  Pemerintah diminta jangan disibukkan dengan kepentingan Parpol menjelang Pemilukada.

Menurutnya, sebagai generasi muda yang mengerti bagaimana sulitnya memperjuangkan kemerdekaan, mahasiswa tidak akan lalai. Mereka selalu menjunjung tinggi rasa cinta terhadap Tanah Air, bangsa, dan bahasa. Namun, kata Khairul, hal ini hanya dimengerti segelintir anak muda saja, karena sudah banyak pemuda yang disibukkan dengan perkembangan globalisasi.

Amatan portalsatu.com, sekitar 15 menit mahasiswa berorasi, Wakil Ketua DPR Kota Lhokseumawe, T. Sofianus menemui para pendemo untuk mendengarkan berbagai tuntutan. Setelah mendengar penjelasan pihak dewan, para mahasiswa membubarkan diri sekitar pukul 12.30 WIB.[]

MAULANA AMRI
KONTRIBUTOR · ARGUMENTA.ID

Tulis Komentar