BANDA ACEH – Kepala Badan Pengelola Minyak dan Gas Aceh (BPMA), Marzuki Daham, menyatakan akan bekerja maksimal memanfaatkan masa transisi ini. Setelah dilantik, Marzuki mengaku langsung bekerja menangani hal-hal kecil untuk kemudian melangkah ke tahap yang lebih besar.
“Di BPMA baru saya sendiri, tapi syukur alhamdulillah, SKK Migas dan Ditjen Migas (Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Kementerian ESDM) membantu 150 persen,” kata Marzuki dihubungi portalsatu.com lewat telepon seluler, Minggu, 17 April 2016.
Menurut Marzuki, sesuai fungsi keberadaan BPMA, tugas yang akan dijalankan lembaga ini ke depan 80 persen kegiatannya seperti SKK Migas, sisanya atau 20 persen lagi kegiatan Migas.
“Sejauh ini, saya mendapat bantuan yang cukup full. Saya sendiri (di BPMA), tapi ada yang bantu saya, dan sudah dikasih kantor (untuk kepala BPMA) di SKK Migas. Saya tangani yang kecil-kecil dulu, seperti kop surat, stempel, itu sudah selesai, karena tanpa itu kita tidak bisa berjalan,” ujarnya.