Wanita-wanita ini tak hanya tersohor karena pesona kecantikan ragawi yang mereka miliki. Mereka juga dianugerahi kecerdasan dan bakat seni yang membuat pria takluk. Bukan sembarang pria, namun tokoh-tokoh penting dalam sejarah. Beberapa di antaranya bahkan berhasil memikat pria nomor satu di sebuah negara.
Walaupun posisi mereka sebagai wanita yang berkutat dengan prostitusi dan kesenangan dianggap rendah oleh masyarakat, kenyataannya nama mereka tercantum dalam sejarah.
Namun akhir hidup mereka tak selalu bersinar seperti karir mereka sebagai wanita penghibur.
1. Mata Hari
Perempuan dengan nama asli Margaretha Geertruida Zelle jauh lebih dikenal sebagai Mata Hari, nama yang dia pilih sepanjang karirnya sebagai penari eksotis dan wanita panggilan kelas atas.
Mata Hari tak cantik menurut standar barat pada masa itu. Namun Mata Hari dikenal karena eksotisme yang dia tampilkan di atas panggung. Sejumlah pria yang memegang posisi penting di pemerintahan berbagai negara sempat menjalin asmara dengannya.
Mata Hari yang berasal dari Belanda dituduh melakukan aksi mata-mata sebagai agen ganda untuk Prancis dan Jerman selama Perang Dunia I. Pada tanggal 13 Februari 1917, Mata Hari ditangkap oleh pemerintah Prancis. Dia dituduh melakukan aktivitas spionase untuk Jerman.
Sejumlah dokumen yang berisi pengakuan Mata Hari atas keterlibatannya sebagai agen rahasia dirilis oleh Jerman dan Prancis. Namun banyak pihak yang meragukan keaslian dokumen tersebut. Akhirnya Mata Hari divonis bersalah dan dieksekusi di depan regu tembak. Saat itu usianya baru 41 tahun.
2. Li Shishi
Li Shishi adalah seorang wanita penghibur terkenal pada masa Dinasti Song. Menurut buku Biographical Disctionary of Chinese Women: Tang Through Ming, 618-1644, kisah hidup Li terungkap melalui biografi yang dipublikasikan oleh seorang penulis tak dikenal. Akurasi isi buku ini diragukan oleh banyak ahli sejarah. Namun keberadaan Li diperkuat oleh sejumlah literatur sejarah lainnya.
Li menjadi penghibur di rumah bordil Kaifeng. Ayahnya adalah seorang buruh celup di Bianliang, Kaifeng. Ketika sang ayah meninggal, Li yang masih kecil diadopsi oleh salah satu tetangganya. Tumbuh menjadi seorang wanita yang berparas jelita, Li pun mulai berprofesi sebagai pekerja seks komersial.
Selain kecantikannya, Li juga tersohor karena kemahirannya dalam menari, bermusik, dan berpuisi. Tak heran kalau sejumlah pria bangsawan menjadi pelanggannya. Dilansir Cultural China History, Li sempat menjalin asmara dengan Zhou Bangyan, salah satu pujangga terbesar Dinasti Song dan Kaisar Huizong. Kabarnya Kaisar Huizong melimpahi Li Shishi dengan hadiah dan emas permata karena cintanya.
Ada beberapa spekulasi yang beredar mengenai akhir hidup Li. Ada yang menyebut kalau dia diusir dari istana setelah Kaisar Huizong mundur dari tahta. Ada pula yang mengatakan Li Shishi menyumbangkan seluruh hartanya setelah Dinasti Song mengalami kemunduran dan mengasingkan diri ke Hunan atau Zhejiang. Yang paling miris menyebut Li bunuh diri dengan menelan tusuk konde emas pada puncak peperangan antara Song dan Jin. Pasalnya Li menolak saat hendak dijadikan upeti kepada panglima pasukan Jin, sehingga dia memutuskan untuk mati.
3. Hwang Jini
Hwang Jini atau dikenal juga dengan nama Myeongwol merupakan salah satu perempuan paling terkenal dalam sejarah Korea. Kisah hidupnya dituliskan dalam berbagai literatur dan diadaptasi menjadi drama dan film.
Jini adalah seorang gisaeng yang sangat tersohor pada masa Dinasti Joseon. Dilansir Wikipedia, meskipun berasal dari kasta cheonmin (kasta terendah pada masa Dinasti Goryeo dan Joseon), gisaeng dianggap memiliki intelektualitas dan tindak-tanduk yang setara dengan warga dari kasta terhormat. Begitu juga dengan Hwang Jini yang dikenal karena kecantikannya yang luar biasa, kecakapannya dalam berbicara, dan terutama karena pemikirannya yang bebas, berbeda dengan perempuan-perempuan lain pada masa itu.
Hwang Jini hidup pada masa pemerintahan Raja Jungjong. Hwang Jini diperkirakan lahir pada 1506 di Kaesong (sekarang bagian Korea Utara). Konon dia adalah anak haram antara seorang pejabat dengan gisaeng. Dia tumbuh menjadi seorang wanita cantik yang cerdas dan memiliki bakat seni menonjol. Kabarnya kecantikan Jini membuat salah satu pemuda desanya sampai mati karena patah hati.