TERKINI
KULINER

7 Kuliner Khas Ramadan di Aceh

Khusus bagi para pecinta kuliner, Ramadan merupakan bulan yang paling dinanti.  Pasalnya beberapa jenis kuliner tradisional Aceh yang sulit ditemui di bulan-bulan lain, sangat mudah…

portalsatu.com Kontributor
DIPUBLIKASIKAN
WAKTU BACA 3 menit
SUDAH DIBACA 1.6K×

Khusus bagi para pecinta kuliner, Ramadan merupakan bulan yang paling dinanti.  Pasalnya beberapa jenis kuliner tradisional Aceh yang sulit ditemui di bulan-bulan lain, sangat mudah ditemukan di bulan puasa.  Apa saja itu?

1. Kanji Rumbi

Kanji rumbi adalah bubur beras yang dimasak dengan rempah-rempah khusus seperti merica dan pala. Berbeda dengan bubur biasa yang manis, bubur ini sama sekali tidak menggunakan gula. Rasa nikmat yang didapat dari seporsi kanji rumbi berasal dari rasa gurih, berpadu dengan cita rasa rempah yang dimasak dengan santan.Agar rasanya lebih nikmat, bisa juga diberi tambahan udang dengan taburan bawang goreng dan daun seledri.

2. Ie Bu Peudah

Mesti sama-sama bubur, ie bu peudah sangat berbeda dengan kanji rumbi, baik dari bentuk maupun cita rasanya. Jika kanji menggunakan bahan utama beras, maka ie bu peudah berasal dari racikan seperti umbi-umbian dan sayuran, yang dimasak dengan ramuan khusus yang berasal dari 44 jenis bahan.

3. Kulak Aneuk Jok

Kulak atau kolak adalah hidangan khas bulan puasa yang kerap ditemui sebagai sajian berbuka puasa. Kolak terbuat dari bahan-bahan campuran seperti pisang, ketela, dan buah nangka yang direbus dengan santan. Yang membuat khas adalah, kolak di bulan puasa biasanya menggunakan aneuk jôk alias biji kolang-kaling. Aneuk jôk ini hanya dijual selama bulan puasa saja. Rasanya yang kenyal  selalu dinanti-nanti oleh para pecinta kuliner.

4. Sambai Ôn Peugaga

Ôn peugaga atau daun pegaga merupakan tumbuhan liar yang sering tumbuh di pematang sawah. Di bulan puasa, para penikmat kuliner bisa menemukan olahan daun pegaga yang disebut dengan sambai. Sambai ôn peugaga ini berupa rajangan daun pegaga yang dicampur dengan rajangan serai dan daun jeruk dan kelapa parut. Ada juga yang menggantinya dengan kelapa sangrai. Untuk menambah cita rasa diberikan juga rajangan cabai merah dan bawang merah. Olahan ini sering dijadikan sebagai hidangan pembuka untuk menambah selera makan karena rasanya yang segar.

5. Boh Rôm-Rôm

Boh rom-rom atau disebut juga buah malaka/onde-onde, adalah penganan yang terbuat dari bahan dasar tepung ketan dan gula merah. Tepung ketan dicampur dengan air secukupnya kemudian diaduk hingga bisa dibentuk menjadi bola-bola kecil. Untuk mendapatkan cita rasa gurih, terlebih dahulu diberikan garam dalam adonan. Setelah itu diberikan potongan gula merah di dalam adonan yang sudah berbentuk bola-bola tadi. Selanjutnya direbus ke air mendidih, setelah matang dibalurkan dalam kelapa parut yang sudah dibubuhi sedikit garam.

6. Putu

Putu adalah makanan yang terbuat dari bahan dasar tepung beras. Sepintas bentuknya terlihat seperti mie basah, hanya saja berwarna putih dan saling merekat satu sama lainnya. Putu disantap dengan kuah santan yang dimasak dengan nangka.

7. Ie Boh Timon Wah

Olahan timon wah atau timun suri adalah salah satu favorit masyarakat Aceh untuk hidangan berbuka. Rasanya yang segar dan tekstur daging buahnya yang lembut cocok untuk pelepas dahaga saat berbuka. Cara mengolah timun suri juga gampang, setelah dibersihkan kulit dan dibuang bijinya, kemudian dihancurkan dan ditambahkan gula. Agar lebih praktis biasanya dicampur dengan sirup. Timun suri juga kaya air sehingga baik dikonsumsi selama berpuasa.[](ihn)

portalsatu.com
KONTRIBUTOR · ARGUMENTA.ID

Tulis Komentar