ANKARA – Presiden Recep Tayyip Erdogan mengumumkan, aksi unjuk rasa anti-kudeta di Turki dihadiri oleh jutaan orang sejak 15 Juli akan ditutup dengan sebuah konvoi (arak-arakan) besar, dengan jumlah peserta jutaan orang dari berbagai propinsi dari seluruh Turki, pekan depan.
Presiden mengusulkan Istanbul sebagai tuan rumah konvoi pada tanggal 7 Agustus yang akan menarik partisipasi dari warga, pemimpin politik, perwira militer berpangkat tinggi, serta seniman dan atlet.
“Biarkan bangsa berada di sana bersama-sama, ini untuk menyatukan Turki dari semua lapisan masyarakat. Sangat penting bagi negara kita untuk mempercepat proses normalisasi,” kata Erdogan.
Turki menghalau orang ke jalan-jalan setiap malam untuk menjaga demokrasi sejak malam malam kudeta gagal tanggal 15 Juli, yang berhasil menyelamatkan negara Turki dari upaya kudeta yang kata pemerintah dilakukan oleh sekelompok militer yang mengikuti sebuah organisasi teroris pimpinan Fetullah Gulen.
Lebih dari 230 orang tewas dan hampir 2.200 terluka selama serangan malam itu.
Kelompok teroris Fetullah (Feto) adalah tidak berbeda dari PKK, bahkan lebih buruk,” kata Erdogan, mengacu pada kelompok teror separatis yang telah terlibat dalam kampanye bersenjata ilegal terhadap pemerintah selama lebih dari tiga dekade, melakukan serangan teroris yang telah merenggut ribuan nyawa.
Setelah upaya kudeta, pengadilan Turki telah memulai penyelidikan yang luas di seluruh negeri terhadap Feto, yang anggotanya telah menyusupi lembaga penting negara, termasuk peradilan dan militer.