MEMILIKI berat badan berlebih atau obesitas bisa berdampak pada kesehatan. Sejumlah penyakit mematikan mengintai siapa saja yang memiliki berat badan jumbo.
Karena alasan tersebut, menurunkan berat badan seperti menjadi hal yang wajib dilakukan untuk mendapatkan bobot ideal. Tapi, ternyata ada beberapa kisah orang yang sukses menurunkan berat badan dengan tekad yang tidak biasa, terutama dari pengalaman buruk ketika obesitas. Berikut Okezone merangkumnya dalam 5 kisah
1. Anak hampir tertabrak mobil, Jana putuskan menurunkan berat badan
Menjadi seorang ibu, pasti harus siap untuk merawat dan mengasuh anaknya secara optimal. Namun bagaimana jadinya bila seorang ibu tidak berhasil mengejar anaknya yang berlari ke jalan raya dan hampir tertabrak mobil? Kejadian traumatis yang terjadi di tahun 2014 itu membuat Jana Roller memutuskan untuk menurunkan berat badannya.
Dia menyesal hanya bisa berlari sambil terengah-engah dan menjerit agar anaknya berhenti berlari. Mobil itu jaraknya hanya beberapa inchi dari anak saya. Hal itu membuat saya merasa kesal karena tidak berhasil mengejarnya dan turun dari papan luncur dengan cepat, ungkap Jana seperti yang dikutip dari Daily Mail.
Ketika kejadian itu, berat badan Jana mencapai 135 kg. Kini, Ibu dari Asher ini mulai mengganti konsumsi makanannya dari pizza berkalori menjadi salad ayam sehat dan rutin pergi ke gym. Jana juga menyewa seorang pelatih pribadi yang membantu untuk mengatur asupan kalori makanannya. Setelah berusaha cukup keras, perlahan berat badan perempuan itu mulai turun menjadi 80 kg.
Sebenarnya ini bukan kali pertama Jana menurunkan berat badan. Setelah menikah dengan kekasihnya sewaktu SMA, Clayton, Jana mulai menurunkan berat badan karena mengalami kehamilan ektopik sehingga janinnya harus diangkat karena berada di luar rahim.
Saat itu saya menyalahkan berat badan. Apalagi dokter mengatakan saya gemuk dan tidak bisa hamil lagi tanpa bantuan, ungkap Jana.
Setelah mendengar vonis dokter, perempuan berusia 29 tahun itu memutuskan untuk menjadi vegetarian dan mulai rajin naik gunung. Berat badannya kala itu turun mencapai 27 kg. Namun setelah melahirkan Asher dirinya menjadi mudah stres dan berat badannya kembali bertambah. Ashley tidak pernah tertidur di malam hari. Jadi saya tetap terbangun dengan makanan, keripik, dan pizza, jelas Jana.
Kini, berat badan Jana sudah mencapai 58 kg. Suaminya pun terkejut saat melihat perubahan pada bentuk tubuh Jana dan mengatakan istrinya itu sangat kecil. Sementara itu, orangtua Jana mengatakan bahwa tubuh anaknya mulai berotot. Dengan bentuk tubuhnya yang berotot, Jana sekarang menjadi binaragawan dan memenuhi impiannya sejak kecil.
Jana juga mengikuti kompetisi binaraga pertamanya di bulan Mei lalu. Saya tahu saya tidak akan menang, tapi saya ingin merayakan keberhasilan yang telah saya raih walaupun saat kompetisi pertama saya membawa kelebihan kulit sebanyak 1 kg. Alih-alih mendapatkan komentar buruk akibat kelebihan kulit, ternyata banyak orang yang mendukung dan mencintai saya, pungkas Jana.
2. Tara, Diet karena ingin jadi ibu yang aktif
Tara Kavanagh, seorang wiraswasta yang berasal dari South Dakota. Sebelum punya anak, dia memiliki bobot tubuh mencapai 90 kg.
Ketika anak pertamanya lahir, Tara memiliki berat badan mencapai 138 kg. Karena itu, di kehamilan kedua, Tara bertekad membuat perubahan pada berat badannya.
“Waktu itu saya adalah seorang ibu muda berusia awal 20-an dan memiliki dua gadis kecil. Saya memutuskan tidak ingin menjalani hidup dengan obesitas dan tidak sehat lagi. Saya ingin menjadi ibu yang aktif dan bisa bermain dengan anak-anak. Saya juga ingin mengalami hal-hal baru yang sebelumnya tidak pernah lakukan karena terkendala karena bobot tubuh yang saya miliki,” tutur Tara seperti yang dikutip dari Health..
Bila beberapa anggota keluarganya lebih memilih melakukan operasi sedot lemak agar bobot tubuhnya berkurang, Tara bertekad untuk melakukannya dengan cara yang berbeda. Hal itu dikarenakan Tara melihat anggota keluarganya yang menjalani operasi sedot lemak kembali menjadi gemuk. (Baca Juga: Diejek Suami dan Selingkuhannya, Wanita Berbobot 100 Kg Sukses Turunkan Berat Badan hingga 52 Kg)
Perempuan berusia 35 tahun ini mengakui tidak pernah rutin berolahraga karena menganggap itu adalah hal yang membosankan. Maka dia mulai mencoba rajin olahraga dengan aplikasi. Dari aplikasi itu, Tara berhasil menemukan program kebugaran yang bisa dia ikuti.
“Latihan Jillian selalu menyenangkan dan saya berharap bisa melakukannya. Tepat ketika saya memahami satu latihan, latihan yang lain muncul. Hal itu membuat saya tidak bosan,” ucap Tara.
Ketika berat badannya sudah mulai turun, dia tetap melakukan olahraga dengan intensitas yang sama. Kemudian Tara mulai memerhatikan makanan yang dia konsumsi.
“Dulu saya makan karena saya bosan tanpa memikirkan apa yang saya makan, berapa kalori di dalamnya, kualitasnya, dan lain-lain. Saya makan hanya karena itu membuat saya merasa baik,” ujar Tara.
Dia pun mulai mengurangi porsi makannya. Setelah berat badannya mulai turun, dirinya mulai mencoba mengonsumsi makanan yang sehat walaupun sulit. Kemudian dia mulai memerhatikan jumlah asupan kalori dari makannya. Tara menyadari bahwa dia harus menerima kalori sesuai yang dibutuhkan tubuhnya.
Hal yang dia pelajari dari Jillian adalah jangan mengonsumsi kalori berlebih. Dia juga menggunakan aplikasinya untuk melacak kebugaran sehingga berat badannya mudah turun. Dia berhasil menurunkan berat badannya sebanyak 66 kg.
Kini Tara berfokus pada makanan yang tidak diproses, tidak transgenik, dan mengonsumsi makanan organik sebanyak mungkin. Tara mengikuti peraturan 80/20 ketika makan. Dia merasa masih membutuhkan perawatan sesekali untuk menurunkan berat badannya.
3. Ayala, turunkan berat badan setelah diejek selingkuhan suami
Tidak jarang, mereka yang memiliki berat badan berlebih mendapat ejekan. Hal ini pula yang dialami oleh Betsy Ayala. Beberapa bulan setelah melahirkan, perempuan yang tinggal di Houston, Texas itu menemukan pesan teks antara suaminya dengan selingkuhannya. Mereka membicarakan dan menertawakan berat badan Ayala.