TERKINI
NEWS

5 Kisah Orang Tersukses Menurunkan Berat Badan, Motifnya Bikin Tercengang!

MEMILIKI berat badan berlebih atau obesitas bisa berdampak pada kesehatan. Sejumlah penyakit mematikan mengintai siapa saja yang memiliki berat badan jumbo. Karena alasan tersebut, menurunkan berat…

ZAHRATIL AINIAH Kontributor
DIPUBLIKASIKAN
WAKTU BACA 9 menit
SUDAH DIBACA 1.2K×

MEMILIKI berat badan berlebih atau obesitas bisa berdampak pada kesehatan. Sejumlah penyakit mematikan mengintai siapa saja yang memiliki berat badan jumbo.

Karena alasan tersebut, menurunkan berat badan seperti menjadi hal yang wajib dilakukan untuk mendapatkan bobot ideal. Tapi, ternyata ada beberapa kisah orang yang sukses menurunkan berat badan dengan tekad yang tidak biasa, terutama dari pengalaman buruk ketika obesitas. Berikut Okezone merangkumnya dalam 5 kisah

1. Anak hampir tertabrak mobil, Jana putuskan menurunkan berat badan

Menjadi seorang ibu, pasti harus siap untuk merawat dan mengasuh anaknya secara optimal. Namun bagaimana jadinya bila seorang ibu tidak berhasil mengejar anaknya yang berlari ke jalan raya dan hampir tertabrak mobil? Kejadian traumatis yang terjadi di tahun 2014 itu membuat Jana Roller memutuskan untuk menurunkan berat badannya.

Dia menyesal hanya bisa berlari sambil terengah-engah dan menjerit agar anaknya berhenti berlari. “Mobil itu jaraknya hanya beberapa inchi dari anak saya. Hal itu membuat saya merasa kesal karena tidak berhasil mengejarnya dan turun dari papan luncur dengan cepat,” ungkap Jana seperti yang dikutip dari Daily Mail.

Ketika kejadian itu, berat badan Jana mencapai 135 kg. Kini, Ibu dari Asher ini mulai mengganti konsumsi makanannya dari pizza berkalori menjadi salad ayam sehat dan rutin pergi ke gym. Jana juga menyewa seorang pelatih pribadi yang membantu untuk mengatur asupan kalori makanannya. Setelah berusaha cukup keras, perlahan berat badan perempuan itu mulai turun menjadi 80 kg.

Sebenarnya ini bukan kali pertama Jana menurunkan berat badan. Setelah menikah dengan kekasihnya sewaktu SMA, Clayton, Jana mulai menurunkan berat badan karena mengalami kehamilan ektopik sehingga janinnya harus diangkat karena berada di luar rahim.

“Saat itu saya menyalahkan berat badan. Apalagi dokter mengatakan saya gemuk dan tidak bisa hamil lagi tanpa bantuan,” ungkap Jana.

Setelah mendengar vonis dokter, perempuan berusia 29 tahun itu memutuskan untuk menjadi vegetarian dan mulai rajin naik gunung. Berat badannya kala itu turun mencapai 27 kg. Namun setelah melahirkan Asher dirinya menjadi mudah stres dan berat badannya kembali bertambah. “Ashley tidak pernah tertidur di malam hari. Jadi saya tetap terbangun dengan makanan, keripik, dan pizza,” jelas Jana.

Kini, berat badan Jana sudah mencapai 58 kg. Suaminya pun terkejut saat melihat perubahan pada bentuk tubuh Jana dan mengatakan istrinya itu sangat kecil. Sementara itu, orangtua Jana mengatakan bahwa tubuh anaknya mulai berotot. Dengan bentuk tubuhnya yang berotot, Jana sekarang menjadi binaragawan dan memenuhi impiannya sejak kecil.

Jana juga mengikuti kompetisi binaraga pertamanya di bulan Mei lalu. “Saya tahu saya tidak akan menang, tapi saya ingin merayakan keberhasilan yang telah saya raih walaupun saat kompetisi pertama saya membawa kelebihan kulit sebanyak 1 kg. Alih-alih mendapatkan komentar buruk akibat kelebihan kulit, ternyata banyak orang yang mendukung dan mencintai saya,” pungkas Jana.

2. Tara, Diet karena ingin jadi ibu yang aktif

Tara Kavanagh, seorang wiraswasta yang berasal dari South Dakota. Sebelum punya anak, dia memiliki bobot tubuh mencapai 90 kg.

Ketika anak pertamanya lahir, Tara memiliki berat badan mencapai 138 kg. Karena itu, di kehamilan kedua, Tara bertekad membuat perubahan pada berat badannya.

“Waktu itu saya adalah seorang ibu muda berusia awal 20-an dan memiliki dua gadis kecil. Saya memutuskan tidak ingin menjalani hidup dengan obesitas dan tidak sehat lagi. Saya ingin menjadi ibu yang aktif dan bisa bermain dengan anak-anak. Saya juga ingin mengalami hal-hal baru yang sebelumnya tidak pernah lakukan karena terkendala karena bobot tubuh yang saya miliki,” tutur Tara seperti yang dikutip dari Health..

Bila beberapa anggota keluarganya lebih memilih melakukan operasi sedot lemak agar bobot tubuhnya berkurang, Tara bertekad untuk melakukannya dengan cara yang berbeda. Hal itu dikarenakan Tara melihat anggota keluarganya yang menjalani operasi sedot lemak kembali menjadi gemuk. (Baca Juga: Diejek Suami dan Selingkuhannya, Wanita Berbobot 100 Kg Sukses Turunkan Berat Badan hingga 52 Kg)

Perempuan berusia 35 tahun ini mengakui tidak pernah rutin berolahraga karena menganggap itu adalah hal yang membosankan. Maka dia mulai mencoba rajin olahraga dengan aplikasi. Dari aplikasi itu, Tara berhasil menemukan program kebugaran yang bisa dia ikuti.

“Latihan Jillian selalu menyenangkan dan saya berharap bisa melakukannya. Tepat ketika saya memahami satu latihan, latihan yang lain muncul. Hal itu membuat saya tidak bosan,” ucap Tara.

Ketika berat badannya sudah mulai turun, dia tetap melakukan olahraga dengan intensitas yang sama. Kemudian Tara mulai memerhatikan makanan yang dia konsumsi. 

“Dulu saya makan karena saya bosan tanpa memikirkan apa yang saya makan, berapa kalori di dalamnya, kualitasnya, dan lain-lain. Saya makan hanya karena itu membuat saya merasa baik,” ujar Tara.

Dia pun mulai mengurangi porsi makannya. Setelah berat badannya mulai turun, dirinya mulai mencoba mengonsumsi makanan yang sehat walaupun sulit. Kemudian dia mulai memerhatikan jumlah asupan kalori dari makannya. Tara menyadari bahwa dia harus menerima kalori sesuai yang dibutuhkan tubuhnya.

Hal yang dia pelajari dari Jillian adalah jangan mengonsumsi kalori berlebih. Dia juga menggunakan aplikasinya untuk melacak kebugaran sehingga berat badannya mudah turun. Dia berhasil menurunkan berat badannya sebanyak 66 kg. 

Kini Tara berfokus pada makanan yang tidak diproses, tidak transgenik, dan mengonsumsi makanan organik sebanyak mungkin. Tara mengikuti peraturan 80/20 ketika makan. Dia merasa masih membutuhkan perawatan sesekali untuk menurunkan berat badannya.

3. Ayala, turunkan berat badan setelah diejek selingkuhan suami

Tidak jarang, mereka yang memiliki berat badan berlebih mendapat ejekan. Hal ini pula yang dialami oleh Betsy Ayala. Beberapa bulan setelah melahirkan, perempuan yang tinggal di Houston, Texas itu menemukan pesan teks antara suaminya dengan selingkuhannya. Mereka membicarakan dan menertawakan berat badan Ayala.

“Saya benar-benar hancur ketika menemui beberapa pesan yang saya baca di akun Facebook suami saya. Suami saya dan selingkuhannya memanggil saya seekor sapi dan dipenuhi dengan lemak. Hal itu membuat saya merasa berantakan. Padahal saya sudah bersamanya selama 17 tahun dan mencurahkan hidup saya untuk hubungan kami,” ujar perempuan berusia 34 tahun itu seperti yang dikutip dari Independent.

Saat itu dirinya memiliki berat badan hampir 100 kg dan memiliki seorang anak berusia 6 bulan. Akhirnya, setelah berpisah, Ayala bertekad untuk mendapatkan tubuh yang bugar. (Baca Juga: Takut Sedot Lemak, Remaja Berbobot 120 Kg Sukses Turunkan 57 Kg dengan Caranya Sendiri)

Ayala memulai dari hal kecil, yaitu menghentikan kebiasaan memakan kudapan manis, pergi ke kelas zumba, dan bekerja sama dengan kakaknya. Setelah melakukannya selama 2 tahun, berat badan Ayala langsung turun secara drastis. Kini berat badannya mencapai 52 kg.

“Sekarang saya benar-benar merasa bahwa apa yang dilakukan oleh mantan suami saya adalah berkah. Sebab, apabila tidak ada kejadian itu, mungkin tubuh saya akan tetap gemuk untuk selamanya,” tutur Ayala.

4. Takut pisau bedah, Isabelle turunkan berat badan dengan caranya sendiri

Seorang remaja perempuan berusia 18 tahun terancam kehilangan nyawanya apabila tidak menurunkan berat badan. Hal ini lantaran remaja bernama Isabelle itu memiliki berat badan mencapai 120 kg. (Baca Juga: Tanpa Sedot Lemak, Ibu 1 Anak Berbobot 138 Kg Sukses Turunkan 66 Kg, Bagaimana Caranya?)

Dokter yang memeriksanya menyarankan agar dia menjalani operasi sedot lemak. Tapi, Isabelle memiliki ketakutan terhadap pisau bedah dan ruang operasi. .

“Dokter mengatakan kepada saya bahwa saya memiliki penyakit liver dan itu berkaitan dengan obesitas yang saya miliki. Dengan menurunkan berat badan, penyakit liver saya bisa disembuhkan karena hati saya kembali berfungsi sebagaimana mestinya. Karena pembedahan tidak pernah menjadi pilihan bagi saya, maka saya memutuskan untuk bergabung dengan klub penurun berat badan,” tutur Isabelle seperti yang dikutip dari Express.

Usai bergabung dengan klub penurunan berat badan, Isabelle merombak menu makannya setiap hari. Semenjak masa sekolah, remaja perempuan itu seringkali hanya mengonsumsi makanan yang sesuai dengan keinginannya. Isabelle juga semakin rajin untuk melakukan aktivitas fisik. Dia menambahkan lama waktu untuk mengajak anjingnya berjalan-jalan.

Dengan usahanya yang sungguh-sungguh, kini Isabelle berhasil menurunkan setengah dari berat badannya dan mendapatkan penghargaan. Dia berhasil mengurangi lebih dari 57 kg. “Hal terbesar yang harus saya atasi adalah menghentikan makan emosional. Itu berarti saya harus menemukan cara lain untuk mengatasi masalah ini,” kata Isabelle.

Sejak umur 4 tahun, Isabelle mulai mengalami obesitas. Waktu itu, ibu Isabelle sudah putus asa menghubungi ahli kesehatan karena garis pinggang putrinya membengkak. Ibu Isabelle menjalankan berbagai cara yang telah dianjurkan dokter. Tapi tidak ada satu cara pun yang berhasil dan malah membuat Isabelle bertambah gemuk.

Ketika duduk di bangku sekolah menengah, Isabelle juga tak ragu untuk memesan pizza atau memakan keripik di malam hari. Selain itu, remaja perempuan asal Bexhill-on-Sea itu juga menyimpan cokelat, permen, dan keripik di dalam tasnya untuk dijadikan bekal selama dalam perjalanan pulang sekolah. Maka tidak heran apabila berat badannya terus mengalami kenaikan.

5. Marine, turunkan berat badan setelah diejek dokter

Marine Dessymoulie, wanita gemuk yang pernah dipermalukan oleh dokternya, berhasil membuktikan bahwa ia bisa menurunkan sekira 63 kg untuk pernikahannya.

Pada 2015 silam, berat badan Marine meningkat hingga 140 kg. Dokternya pun berkomentar negatif mengenai bentuk tubuhnya dan menyinggung perasaan Marine.

Lebih menyakitkannya lagi, sang dokter bertanya apakah pacarnya akan menyukai bentuk badannya yang gemuk. Tidak diam saja, Marine membuat perubahan besar. Ia berusaha menurunkan berat badannya menjadi 76 kg. Wow!

“Dulu aku memang kelebihan berat badan dan rakus. Orangtua selalu mengingatkanku untuk diet, tapi tidak berhasil,” terang Marine.

Apalagi saat ia pindah ke rumah kekasihnya, berat badan Marine malah meningkat drastis. Ia selalu makan makanan cepat saji beberapa kali dalam seminggu. Ia sama sekali tidak mempedulikan soal nutrisi makanannya.

Hingga di satu titik Marine merasa ketika ia berjalan merasa begitu tersiksa. Bahkan, pakaiannya tak lagi muat pada tubuhnya yang besar.

“Aku tidak memakai pakaian normal. Setiap hari aku memakai baju dan jins yang sama,” jelasnya.

Saat sedang makan, ia mengisolasi diri dari orang lain karena rasa malu. Marine sadar, ia tidak ingin menjadi seorang yang gemuk. Tasa marah, sedih, dan malu bercampur menjadi satu.

Meskipun komentar negatif dokter yang terasa menyakitkan, Marine terpicu untuk melakukan perubahan pada hari berikutnya. Ia juga berkonsultasi dengann ahli gizi untuk memulai perjalanan kesehatannya.

Junk food tidak lagi dikonsumsinya. Wanita berusia 29 tahun itu lebih memilih asupan diet seimbang, seperti buah-buahan, sayuran, dan makan masakan rumah.

Dua tahun kemudian, berat Marine menyusut berkat usaha kerasnya. Ia siap tampil seksi dan cantik di hari pernikahannya pada Juni 2016.

Meski berat badannya kini 76 kg, Marine masih ingin menurunkannya hingga mencapai target 69 kg. Demikian disadur dari laman Yahoo.[]Sumber:Okezone

ZAHRATIL AINIAH
KONTRIBUTOR · ARGUMENTA.ID

Tulis Komentar