Kebahagiaan sudah lama jadi hal yang sangat 'berharga.' Meski kebahagiaan sifatnya tak kasat mata, para ilmuwan sudah lama mengetahui bahwa kebahagiaan ternyata bersifat ilmiah. Hal ini dikarenakan kebahagiaan seseorang disumbang andil yang besar oleh keberadaan gen.
Mengapa gen punya andil besar dalam kebahagiaan seseorang?
Hal ini dikarenakan seseorang bisa secara alami mengalami masalah depresi dan masalah kecemasan, sedangkan orang lain tidak. Di sini gen adalah pembeda di antara orang-orang tersebut. Namun hal ini sama sekali tidak mutlak. Meski berpengaruh, menurut para ilmuwan, gen hanya menyumbang 50 persen dari apa yang didefinisikan 'kebahagiaan.' Keadaan lingkungan, gaya hidup, perilaku, serta pola pikir menyumbang 50 persen sisanya. Tentu kita bisa mengontrol porsi ini jika kita mengacu pada sains.
Berikut cara menemukan kebahagiaan yang telah dirumuskan oleh para ilmuwan.
1. Koneksi, menguasai sesuatu, dan kebebasan
Manusia pada dasarnya memiliki tiga kebutuhan pokok, yakni makan, pakaian, tempat tinggal, serta yang baru-baru ini dianggap penting pula, tidur. Namun para Ilmuwan punya tiga buah syarat lagi untuk menjadi bahagia. Raj Raghunathan, Profesor dari University of Texas mengungkapkannya, seperti yang kami lansir dari Psychology Today.
Pertama adalah koneksi sosial, atau perasaan memiliki terhadap suatu lingkungan sosial. Anda tentu akan bahagia jika Anda tergabung dalam sebuah situasi sosial. Di masyarakat Indonesia, hal ini sudah menjadi budaya, di mana seseorang akan lebih dihargai jika mereka mudah bergaul, supel, dan punya koneksi yang luas. Tentu hal ini adalah kebahagiaan tersendiri bagi orang yang mampu melakukannya. Meski demikian, para 'introvert' yang memilih untuk tak bersosialisasi terlalu banyak juga sering dipuji karena memilih untuk tidak berkoneksi, meski sedikit bertentangan dengan norma. Hal ini sudah membuatnya bahagia tanpa harus berkoneksi sana-sini. Namun jangan salah, 'introvert' pun punya sahabat dan keluarga, di mana perasaan memiliki juga tinggi tingkatan kualitasnya.
Kedua adalah menguasai sesuatu. Ketika kita menguasai sesuatu, kita akan merasa lebih baik dan hal ini akan membuat bahagia. Sebagai contoh, jika Anda menguasai public speaking, di mana orang lain berbicara tidak di depan umum saja canggung, tentu hal ini adalah sesuatu yang membuat Anda merasa 'lebih' dari orang lain. Percaya apa yang Anda bisa adalah salah satu kunci kebahagiaan.
Ketiga adalah kebebasan, di mana membuat keputusan sendiri atas apa yang akan kita lakukan, adalah hal yang paling berharga dalam hidup. Tidak 'dikuasai' oleh orang lain akan membuat kita bisa merasa bahagia.
2. Tidak membandingkan diri sendiri dengan orang lain
Ternyata kebahagiaan tak akan pernah muncul jika motivasi kita salah. Bahkan meski tujuan kita dalam hidup telah tercapai. Menurut sebuah riset yang dipublikasikan di NYTimes, tercapainya tujuan, seperti masuk ke kampus unggulan, atau pindah ke kota baru, hanya mengkontribusikan 40 persen dari kebahagiaan seseorang. Menurut penelitian tersebut juga, kebahagiaan yang dirasakan tersebut hanya akan terasa di saat itu saja, karena dalam riset lanjutan, kebahagiaan tersebut akan menghilang dalam beberapa bulan ke depan.
Oleh karena itu memfokuskan diri dengan apa yang kita nikmati secara alami, adalah jalan terbaik untuk bahagia. Bukan untuk menaruh mimpi dan harapan dengan tinggi agar bisa menjadi superior ketika membandingkan diri dengan orang lain. meski terdengar klise, berfokus kepada proses dan tak terpatok kepada tujuan, ternyata adalah salah satu kunci kebahagiaan.