BIREUEN – Rektor Universitas Almuslim Bireuen DR. H. Amiruddin Idris, meminta mahasiswa yang kuliah ke luar khususnya Pulau Jawa dan luar negeri agar menjaga kerhormatan orang tua, serta mempertahankan adat istiadat dengan norma-norma islami.

Hal itu disampaikan DR. Amiruddin saat memberi bimbingan keberangkatan 30 mahasiswa FKIP Prodi PGSD ke Pulau Jawa di ruang Ampon Chiek Peusangan Umuslim, Senin, 7 November 2016.

“Para mahasiswa yang pergi ini bukan membawa nama pribadi tetapi membawa nama kampus dan keluarga maka jagalah nama baik mereka dan institusi,” kta Rektor.

Jangan sampai katanya, gara-gara tingkah laku yang tidak terjaga katanya akan merugikan kampus Umuslim di masa mendatang.

“Tolong jaga norma etika dan budaya Aceh yang islami dalam pergaulan di daerah orang,” katanya. “Kalau di sini semua mahasiswi berpakaian islami cukup bagus jangan sampai di sana buka jilbab, ini hal yang tidak kita inginkan. Kalian harus bisa mengambil hal-hal yang positif di tempat orang.”

Para mahasiswa tersebut berangkat ke Pulau Jawa untuk mengikuti kuliah sisten kredit transfer Sistem Pembelajaran Daring Indonesia atau SPADA, salah satu program Dirjen Pembelajaran dan Kemahasiswaan Kemenristekdikti.

Pengiriman mahasiswa Umuslim untuk kuliah di dua universitas di Pulau Jawa katanya, setelah Umuslim berhasil memenangkan program hibah kredit transfer melalui Sistem Pembelajaran Daring Indonesia (SPADA) yang dilaksanakan Kemenristekdikti beberapa waktu lalu.

Proses pembelajaran mata kuliah daring dikembangkan berbasis online melalui e-learning atau Learning Management System (LMS), karena semua data spada ini akan terintegrasi dengan Pangkalan Data Pendidikan Tinggi (PD Dikti).

Mahasiswa tersebut akan kuliah di Universitas PGRI Yogyakarta sebanyak 15 orang, dan di Universitas Kanjuruhan Malang 15 orang. Kedua kampus itu nantinya juga akan barter 30 mahasiswanya untuk kuliah di Umuslim.

“Kita berhasil memenangkan hibah yang dilaksanakan Dirjen Dikti, yang menang hibah program ini hanya 28 Perguruan Tinggi baik negeri maupun swasta seluruh Indonesia , ini menandakan bahwa Umuslim sekarang  sangat diperhitungkan,” kata Rektor.[]