LHOKSEUMAWE- Tiga penyair asal Kabupaten Aceh Utara diundang dalam acara Temu Penyair Nusantara pada Pekan Kebudayaan Aceh Barat (PKAB) di Meulaboh, 27-30 Agustus 2016. Para penyair juga ikut me-launching buku berjudul “Pasie Karam”.
Dari Aceh Utara, mereka yang diundang adalah Rahmatsyah akrab disapa Abu Rahmat, Teungku Mahdi Idris dan Larasati Sahara.
Saya akan hadir dalam perhelatan temu ramah para penyair kondang dari berbagai daerah di Indonesia. Sementara Tengku Mahdi dan Larasati tidak bisa hadir, kata Abu Rahmat kepada portalsatu.com, Sabtu 27 Agustus 2016.
Abu Rahmat menyebutkan acara tersebut merupakan salah satu cita-citanya selama ini bisa bersilaturahmi dengan penyair-penyair hebat dari seluruh Indonesia dan negeri tetangga.
Buku Pasie Karam juga akan didiskusikan di acara tersebut. Nantinya akan dikuratori oleh Fikar W. Eda, D. Kemalawati, dan Mustafa Ismail, sedang yang akan jadi pembedah adalah Prof DR Abdul Hadi WM, guru besar Universitas Paramadina dilanjutkan pentas baca dan musikalisasi puisi, sebut Abu Rahmat yang kini aktif sebagai guru di SMAN 1 Matangkuli dan SMAS Raudhatul Fuqara' Paya Bakong.
Informasi diterima Abu Rahmat, ada 19 buku puisi lainnya dari beberapa penyair nusantara dan satu penyair Singapura yang akan diluncurkan. Buku-buku yang akan diluncurkan di acara kerja sama Dewan Kesenian Aceh Barat dan Pemerintah Kabupaten Aceh Barat yaitu: Pasie Karam (penyusun Teuku Ahmad Dadek), Kita Hanya Pohon (Isbedy Setiwan, Lampung), November Musim Dingin (Isbedy Setiawan, Lampung),1990 Sehimpun Puisi (Niken Kinanti, Jakarta), Bayang Ibu (D. Kemalawati, Banda Aceh).
Berikutnya, White Orchid Gayo Soil (Salman Yoga, Takengon), Surat Tercecer Dalam Taksi (Rohani Din, Singapura), Kereta Api Terbalik Langgar Kerbau di Rembau (Rohani Din, Singapura), Kau Pergi (L.K. Ara, Takengon), Tuhan, Kunang-Kunang & 45 Kesunyian (Mustafa Ismail, jakarta), Khotbah Renungan Tak Utuh Jarak dan Jagung (Mohammad Lefand, Sampang), Bumi Teuku Umar (Isnu Kembara dan kawan-kawan Meulaboh), Jejak Jati Diri (Mustiar AR dan kawan-kawan Meulaboh), Perjalanan Cahaya Malam (Muslih Marju, Tulung Agung), Bersiap Menjadi Dongeng (Mukti Sutarman Espe, Kudus), Tentang Jejak Yang Hilang (Jumari HS, Kudus), Perihal Pendidikan dan Kebudayaan (Prof DR Darwis A. Soelaiman MA, Banda Aceh), Nyanyian Sukma (Rosni Idham, Meulaboh), Catatan Angin pada Daun yang Jatuh Cinta (Ade Novi, Depok).[]
Tinggalkan Balasan