TERKINI
NEWS

29 Warga Aceh Utara Menderita Penyakit Kaki Gajah

idak ada gejala klinis yang mudah dikenali. Bahkan setelah tertular gigitan nyamuk, gejalanya baru terlihat antara 7 hingga 10 tahun

NUSI P SEURUNGKENG Kontributor
DIPUBLIKASIKAN
WAKTU BACA 2 menit
SUDAH DIBACA 934×

LHOKSUKON – Sebanyak 29 orang dilaporkan menderita penyakit kaki gajah (filariasis) di Kabupaten Aceh Utara. Saat ini Dinas Kesehatan Aceh Utara berusaha melakukan pencegahan massal dengan pemberian obat kepada masyarakat.

“Di Kecamatan Nisam ditemukan 11 kasus, Kecamatan Muara Batu 4 kasus, dan Kecamatan Lhoksukon 3 kasus. Sedangkan sisanya tersebar di beberapa kecamatan lain,” kata Kepala Dinas Kesehatan Aceh Utara, dr Machrozal saat ditemui portalsatu.com, Senin, 26 Oktober 2015.

Dia mengatakan sejak 2007 lalu Aceh Utara telah ditetapkan sebagai kawasan endemis penyakit kaki gajah. Selama ini petugas aktif melakukan pendataan ke pelosok desa dan memberikan obat sebagai upaya pencegahan. Namun tidak menutup kemungkinan penderita akan bertambah.

“Penyakit kaki gajah terjadi akibat gigitan semua nyamuk dan biasanya menyerang usia 45 tahun ke atas. Tidak ada gejala klinis yang mudah dikenali. Bahkan setelah tertular gigitan nyamuk, gejalanya baru terlihat antara 7 hingga 10 tahun,” ujarnya.

Dr Machrozal mengatakan penyakit gajah ditularkan oleh semua gigitan nyamuk. Pembengkakan yang ditimbulkan tidak bisa disembuhkan atau bersifat permanen, bahkan bagi wanita lebih fatal karena dapat menyerang bagian sensitif (kelamin) dan payudara.

“Sebagai upaya pencegahan, obat diminum setahun sekali minimal dilakukan rutin selama lima tahun. Hal itu agar cacing filarial dewasa mandul dan mati. Bagi masyarakat yang positif menderita penyakit gajah, datang dan ambil obat gratis di puskesmas terdekat,” katanya.[](bna)

NUSI P SEURUNGKENG
KONTRIBUTOR · ARGUMENTA.ID

Tulis Komentar