KUTACANE – Pertarungan hari terakhir Arung Jeram Aceh Leuser International Rafting Championship 2015 cukup seru. Dari seluruh kategori 25 tim yang ikut di kriteria ketangkasan atau Slalon, hanya tim Federasi Arung Jeram Indonesia (FAJI) Banjarnegara, Jawa Tengah, yang bersail melawati 'gawang merah, selebihnya gagal.
Pertandingan perahu Arung Jeram, Jumat 23 Oktober 2015, panitia tampaknya harus memutar otak untuk melanjutkan pertandingan. Sejak pagi seluruh peserta mendengar kabar kalau perlombaan Slalom ditunda hingga Sabtu mengingat arus yang sangat deras. Namun kemudian panitia memilih tetap dilaksanakan pada pukul 14:00 WIB walau kondisi sungai tidak surut.
Tepat pukul 14:00 WIB panitia memulai pertandingan, namun dari 10 jumlah gawang yang dipersiapkan, yang dipakai hanya tujuh gawang saja, yakni lima gawang biru dan dua gawang merah. Gawang biru gawang yang mengikuti arus, sedangkan gawang merah masuk dengan melawan arus. Alasannya, arus sungai sangat sulit.
Dari gawang pertama banyak peserta berhasil melalui dengan mulus, termasuk gawang merah no. 3. Walau agak sulit balik, namun beberapa peserta berhasil. Kecuali gawang merah dengan no. 7, tidak ada peserta yang berhasil walalu beberapa di antara peserta nyaris berhasil, namun kekuatan peserta kalah dibanding arus.
Beberapa peserta yang gagal lolos di gawang no. 7 ketika ditanya mengatakan, kesulitannya bukan hanya arus yang deras, tetapi kelebaran sungai juga memengaruhi saat perahu diputar balik yang rata-rata mengambil jarak agak jauh, sehingga waktu hendak melawan arus rata-rata telat, dan arus membawa mereka meneruskan dayung ke garis finish.
Mereka yang turut bertarung di kategori Slalon adalah Even Aceh Leuser International Rafting Championship 2015 diikuti tim Mahasiswa Mapala Universitas Gunung Leuser (UGL), STKIP Safri, Mapala STTL Yogyakarta, GMPA ITM, Milagros Liquid Star, Gaintapala UIN Ar-Raniry, Mapala Unand Padang, Mapala UMSU, UKMPA Tarantula, Mapala Aceh Besar, dan Mapala Aceh Selatan. Sedangkan untuk kelas umum Faji Gayo Lues, Gayo Adventure, Jeram Alas, Faji Pemda Agara, Faji Aceh Besar, Sibiru-biru Club, Ketambe Indah, Rapid Plus, Faji Aceh Tengah, Faji Banjarnegara, Multi Fadler Bali, Faji Asahan, Arus Deras Malaysia, dan Ancol Club.
Head to Head
Sementara itu, sebelumnya, partai Head to Head even Aceh Leuser International Rafting Championship 2015 yang harusnya digelar, Jumat, ditunda hingga arus SungaiLawe Alas Aceh Tenggara mengecil. Namun panitia memastikan akan ada putaran akhir walau akhirnya arus sungai tetap deras.
“Jadwalnya agak molor karena arusnya deras,” kata salah seorang panitia yang sudah siap-siap dilokasi kegiatan, kemarin.
Panitia mempertimbangkan jenis Head to Head yang dilaga kemarin, di mana perserta harus melawan arus. Melihat arus terlalu besar dan deras, panitia memutuskan menunggu arus menurun.
“Hari ini tetap selesai dan panitia sudah mengantisipasi mosi kedua apabila arus tidaknturun juga,” katanya, kemarin.
Pantauan portalsatu.com, para peserta sejak pagi kemarin sudah berada di area pertandingan. Namun mereka masih mrnunggu keputusan panitia dilanjutkan atau tidak. Umumnya, peserta ikut saja apapun yang diputuskan panitia.
Kemarin dijadwal pertarungan terakhir untuk jenis Head to Head, dan Bupati Aceh Tenggara akan menutup acara tersebut.[]