TERKINI
NEWS

2016, Tujuh Ratus Ribu Orang Kunjungi Museum Tsunami

BANDA ACEH - Minat masyarakat untuk melihat langsung barang yang disimpan di Museum Tsunami Aceh meningkat pesat dari tahun ke tahun. Pada 2016, total pengunjung dalam…

LIPUTAN6 Kontributor
DIPUBLIKASIKAN
WAKTU BACA 2 menit
SUDAH DIBACA 694×

BANDA ACEH – Minat masyarakat untuk melihat langsung barang yang disimpan di Museum Tsunami Aceh meningkat pesat dari tahun ke tahun. Pada 2016, total pengunjung dalam dan luar negara adalah 712.613 orang, dari semua umur dan profesi.

Menurut catatan resmi Museum Tsunami Aceh, pada tahun 2011 tercatat 219.276 pengunjung, tahun 2012 ada pengunjung 381.887 orang.

Tahun 2013 Museum Tsunami kunjungi 433.574, tahun 2014 dikunjungi 474.408 orang, dan tahun 2015 lalu dikunjungi 560.228, dan tahun 2016 ini Museum Tsunami Aceh dikunjungi 712.613 orang.

Koordinator Museum Tsunami Aceh, Almuniza Kamal, mengatakan, ke depan, dirinya akan memperbanyak koleksi di Museum Aceh.

“Saya mengajak semua komponen masayarakat Aceh yang cinta akan Museum Tsunami Aceh untuk lebih pedulli terhadap museum, kami akan bekerja sama dengan komponen masyarakat Aceh tersebut. Saat ini Museum Tsunami Aceh hanya punya 47 staf, dan senantiasa harus melayani ribuan pengunjung yang terus bertambah dari tahun ke tahun,” katanya, Sabtu, 31 Desember 2016.

Almuniza mengatakan, para staf itu terdiri dari pemandu, CS, teknisi, dan administrasi.

Ia mengatakan, fungsi Museum tersebut, di antaranya untuk pendidikan, yakni memberikan pemahaman terhadap materi kebencanaan yang ada di Museum Tsunami Aceh.

“Museum Tsunami juga untuk berbagi pengalaman bencana gempa bumi dan tsunami yang terjadi di Aceh 2004 yang silam, memberikan pemahaman terhadap materi kegeologian, dan melaksanakan simulasi Gempa Bumi dan Tsunami kepada siswa/i sekolah yang berada di sekitar Museum,” katanya.

Almuniza mengatakan, Museum Tsunami juga berfungsi untuk rekreasi. Misalnya, kata dia, memperlihatkan daya tarik Gedung Museum Tsunami Aceh yang modern dan dikombinasikan secara tradisional yang mengangkat kearifan lokal masyarakat Aceh, juga memberikan kenyamanan dan pelayanan yang maksimal kepada wisatawan nusantara dan manca negara.

“Museum Tsunami juga memberikan materi yang atraktif kepada wisatawan yang berkunjung ke Museum Tsunami,” katanya.

Sementara, Almuniza mengaku, dalam bidang riset, pihaknya, belum dijalankan, dikarenakan belum ada sumber daya yang dialokasikan untuk fungsi riset tersebut.

“Yang belum ada di Museum Tsunami adalah fungsi risert. Ke depan saya akan coba gali ini agar museum ini memiliki
data risert tentang tsunami dan gempa,” kata Almuniza.[]

LIPUTAN6
KONTRIBUTOR · ARGUMENTA.ID

Tulis Komentar