BANDA ACEH – Sebanyak 128 program studi (prodi) di Universitas Syiah Kuala (Unsyiah) mengikuti workshop Penyusunan Capaian Pembelajaran dan Rencana Pembelajaran Semester (RPS) di Gedung AAC Dayan Dawood, Darussalam, Banda Aceh, Senin, 3 April 2017.
Kegiatan ini diselenggarakan oleh Lembaga Pengembangan Pendidikan dan Penjaminan Mutu (LP3M) Unsyiah yang menghadirkan Ir. Endrotomo Mars dari Institut Teknologi Sepuluh November (ITS) Surabaya.
Dalam pemaparannya, Endrotomo menjelaskan saat ini ada tiga hal yang menjadi tolok ukur mutu kelulusan sebuah universitas. Tiga tolok ukur itu adalah Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia (KKNI) untuk level nasional, ASEAN Qualifications Reference Framework (AQRF) untuk level regional, dan European Qualifications Framework (EQF) untuk level Eropa.
Nah, pertanyaannya sekarang, sudahkah Unsyiah meluluskan orang pada level yang benar? Inilah pertanyaan yang harus kita jawab bersama, ujar Endrotomo.
Sementara itu, Ketua LP3M Unsyiah, Dr. Ir. Marwan mengatakan, saat ini Unsyiah sedang merancang kurikulum 2016-2020 berdasarkan Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia (KKNI) dan kebijakan Unsyiah. Rancangan ini merupakan kerangka baru sebab dulunya kurikulum Perguruan Tinggi berdasarkan Garis Besar Program Pengajaran (GBPP) dan Satuan Acara Perkuliahan (SAP).
Penyusunan capaian pembelajaran dan Rencana Pembelajaran Semester (RPS) bukan hanya sekadar disusun, tetapi juga akan dievaluasi untuk memastikan RPS terlaksana dengan baik, jelasnya.