TERKINI
GAYA

11 Pria ”Peuratep Aneuk Do Da Idi” di Kantor Bupati

LHOKSEUMAWE - Majelis Adat Aceh (MAA) Aceh Utara mengadakan lomba “Peuratep Aneuk Do Da Idi” di Aula Sekretariat Kabupaten (Kantor Bupati) setempat, Rabu-Kamis, 20-21 April 2016.…

MAULANA AMRI Kontributor
DIPUBLIKASIKAN
WAKTU BACA 2 menit
SUDAH DIBACA 2.2K×

LHOKSEUMAWE – Majelis Adat Aceh (MAA) Aceh Utara mengadakan lomba “Peuratep Aneuk Do Da Idi” di Aula Sekretariat Kabupaten (Kantor Bupati) setempat, Rabu-Kamis, 20-21 April 2016. Uniknya, lomba itu bukan diikuti oleh ibu-ibu, melainkan bapak-bapak (pria dewasa yang sudah memiliki anak).

Informasi diterima dari panitia, peserta dalam kegiatan tersebut merupakan para kepala Satuan Kerja Perangkat Kabupaten (SKPK/dinas), kepala bagian, serta para camat di Aceh Utara. Namun, dari sekitar 70 peserta yang diundang, hanya 11 peserta yang ikut lomba tersebut.

“Kegiatan tersebut merupakan salah satu bagian dari usaha MAA melestarikan budaya Aceh. Selama ini sejumlah budaya Aceh mulai pudar, salah satunya adalah tradisi ‘Do Da Idi’ dalam menidurkan anak,” kata Ketua MAA Aceh Utara, Amirullah, Lc., di sela-sela lomba kepada portalsatu.com, Kamis siang.

Menurut Amirullah, budaya Aceh mulai terlupakan baik disengaja atau tidak. Pasalnya, banyak orang Aceh terutama yang lahir di era modern hampir tidak tahu lagi budaya Aceh seperti Peuratep Aneuk. Itu sebabnya, MAA berupaya membangkitkan kembali budaya Aceh yang mulai hilang di tengah masyarakat.

Amirullah menjelaskan, budaya tersebut sudah diadopsi sejak zaman Nabi Muhammad. Syair-syair Arab yang dipadukan dengan syair dalam bahasa Aceh menjadi ciri khas budaya tersebut. Itupula yang kemudian mencirikan hubungan Islam dengan Aceh begitu dekat dan bersahaja.

“Ini adalah ilmu menidurkan anak yang sudah ada sejak zaman nabi, menggunakan bahasa Arab dan Aceh, makanya Islam dengan Aceh itu sangat erat hubungannya. Untuk itu mari kita angkat lagi budaya yang sudah lama tidak terdengar lagi agar hal ini tetap terlestarikan sampai ke anak dan cucu ke depan,” katanya.

Selain lomba Peuratep Aneuk Do Da Idi, lomba lain yang digelar adalah karya tulis ilmiah tentang budaya Aceh. Untuk karya ilmiah, pesertanya merupakan siswa Sekolah Menengah Atas (SMA) di seluruh Aceh Utara.[](bna)

MAULANA AMRI
KONTRIBUTOR · ARGUMENTA.ID

Tulis Komentar