TAKENGON – Majelis Permusyawaratan Ulama (MPU) Aceh Tengah mensyahadatkan 10 warga asal Sumatera Utara (Sumut) di peringatan Isra' Mi'raj di Dayah Nurul Walidin di Desa Bugara, Kecamatan Ketol, Aceh Tengah, Selasa, 17 Mei 2016.

Proses pensyahadatan itu disaksikan langsung oleh Gubernur Aceh Zaini Abdullah, Bupati Aceh Tengah Nasaruddin, unsur pimpinan dayah dan ulama kharismatik Gayo Dr. Mahmud Ibrahim. Prosesi itu juga disaksikan masyarakat yang menghadiri acara Isra' Mi'raj.

Ke-10 mualaf tersebut berasal dari tiga kepala keluarga, mereka adalah Firman Ginting, Kasiara BR Purba Tambak, Heriyantina BR Ginting, Wasis Fernando Ginting dan Divoan Daera Ginting.

Berikutnya, Thomas Ginting, Siti Safirah BR Sembiring dan Romiyanta Ginting. Sementara keluarga ketiga adalah Antoni Ginting dan Adelia Natasyah BR Ginting.

“Sebelumnya mereka tidak punya agama. Saat ini mereka telah berdomisili di kampung Karang Ampar, Kecamatan Ketol Aceh Tengah sejak Februari 2016,” kata Kapolsek Ketol, AKP Barti Kuttas.

Usai mengucap dua kalimat syahadat, ke-10 mualaf itu diboyong ke Puskesmas setempat untuk disunat. Sementara itu, Gubernur Aceh Zaini Abdullah dalam sambutannya berjanji akan menyerahkan Rp 500 ribu perbulan untuk tiga kepala keluarga tersebut plus fasilitas kebutuhan untuk keberlangsungan hidup mereka.[](ihn)