Ilmu tentang komunikasi hewan (zoosemiotik) pun telah berkembang secara cepat dewasa ini.
Ilmu ini mempelajari bahwa komunikasi antarspesies hewan sejenis, tidak hanya dilakukan melalui suaramelainkan dapat dilakukan secara visual seperti gerak isyarat, ekspresi wajah, tatapan mata dan penciuman.
Bahkan spesies tertentu yang hidup di air dapat melakukan komunikasi melalui sinyal dan getaran frekuensi tertentu.
Komunikasi hewan sendiri berhubungan dengan berbagai faktor seperti emosi dan perilaku. Ciri-ciri khusus tersebut telah dikembangkan oleh beberapa spesies untuk membangun cara mereka melakukan komunikasi di antara kelompoknya untuk memberikan informasi, merespons sesuatu yang datang kepadanya bahkan menarik perhatian lawan jenis.
Pertanyaannya, seperti apakah hewan berkomunikasi? Apakah seperti manusia? Seperti yang dirilis dalam Discovery News, berikut adalah beberapa hewan yang memiliki komunikasi unik, bahkan ada yang dapat berkomunikasi layaknya manusia.
1. Panggilan Bahaya Lewat Susunan Kalimat oleh Monyet Titi
Para peneliti membandingkan komunikasi dari monyet titi (Callicebus sp.), sejenis primata kecil yang hidup di Amerika Selatan dengan manusia. Seperti laporan yang diterbitkan dalam edisi terbaru Biology Letters, mencatat bahwa hewan ini mahir melakukan panggilan peringatan kepada kelompoknya, untuk memberitahukan jika terdapat ancaman dari jenis predator seperti Caracara (sejenis burung pemangsa) atau Oncilla (pemburu mamalia).
Panggilan tersebut ternyata memberikan kode kepada anggota kelompok di mana predator berada, apakah sedang terbang di udara, atau sedang menguntit di atas tanah.
Panggilan peringatan tersebut dikirimkan dalam urutan yang teratur, mirip dengan bagaimana manusia menyusun kalimat. Penulis utama dari University of St. Andrews, Cristiane Casar dan rekan-rekannya menyatakan, Inilah hewan pertama yang teridentifikasi mampu mengurutkan sebuah sistem panggilan seperti sebuah kalimat, yang memiliki kapasitas untuk mengodekan baik lokasi maupun jenis ancaman dari predator.
2. Sonar dan Suara Peluit Lumba-Lumba
Lumba-lumba adalah salah satu hewan yang paling cerdas di planet bumi. Sebagai mamalia yang hidup di laut, lumba-lumba mengembangkan cara komunikasi dan penerimaan rangsang yang canggih, melalui sistem sonar. Sistem ini pun menghindarkan lumba-lumba dari benturan benda-benda yang ada di depannya.
Menurut Stephanie King, dari unit penelitian mamalia laut University of St. Andrew, lumba-lumba mampu berkomunikasi kepada teman-temannya saat mereka merasa kesepian. Demikian pula mereka mampu mengidentifikasikan dirinya dengan sebutan tertentu untu menginformasikan jenis kelamin, usia, status kawin dan kesehatan mereka. Lumba-lumba juga mampu menirukan bunyi seperti peluit saat mereka ingin bergabung dengan kawanannya.
3. Bahasa Isyarat Gorilla
Gorilla di alam liar memiliki cara berkomunikasi yang rinci baik melalui panggilan, gerak tubuh, tepuk tangan, dan masih banyak lagi. Adapun gorilla yang hidup di penangkaran dapat dilatih untuk berinteraksi dengan manusia dengan menggunakan bahasa isyarat.
Seekor individu gorilla bernama Koko, menurut The Gorilla Foundation, memiliki kemampuan menguasai lebih dari 1.000 kosa kata bahasa isyarat, yang ia gunakan untuk menyatakan sesuatu yang kadang kompleks atau mengajukan pertanyaan.
Sebagian besar tanda-isyarat ini adalah standar dalam American Sign Language (ASL) yang diajarkan kepadanya, namun ada juga yang gerakan alami (intrinsik gorilla), ada pula yang diciptakan sendiri (tanpa diajari) dan beberapa tanda-tanda ASL yang sedikit dimodifikasi oleh Koko untuk membentuk apa yang kemudian disebut Gorilla Sign Language (GSL) .
4. Gajah yang Mampu Menirukan Suara Manusia
Dalam sebuah penelitian observasi yang dilakukan oleh Tecumseh Fitch dari University of Vienna dan rekan-rekannya, seekor gajah jantan Asia bernama Koshik diketahui mampu meniru ucapan manusia.
Fitch mengatakan bahwa kosakata Koshik sejauh terdiri dari lima kata: Annyong (halo), Anja (duduk), Aniya (tidak ada), Nuo (berbaring), dan Choah (baik).
Beberapa kata-kata tersebut adalah kata perintah ia pelajari saat ia diperintah oleh manusia, seperti berbaring dan duduk, atau diberikan sebagai umpan balik, dan kami percaya bahwa ia memahami arti dari kata-kata tersebut, jelas Fitch.
Gajah sendiri dikenal dapat berkomunikasi di antara anggota kelompoknya melalui suara seperti terompet.
Dalam komunikasi gerak gajah juga saling melilitkan dan menyentuhkan belalainya. Para peneliti percaya, bahwa gajah pun mengeluarkan suara berfrekuensi rendah mirip geraman untuk memberitahukan anggota kelompok junior jika terdapat bahaya pemangsa.
5. Komunikasi Simpanse yang Sangat Mirip Manusia
Simpanse adalah hewan yang DNA-nya paling mirip dengan manusia. Dengan kemiripan ini, para peneliti mampu mengungkap bahwa komunikasi yang digunakan oleh simpanse berkembang menjadi kompleks.
Cara komunikasi simpanse adalah campuran dari berbagai gerakan, vokalisasi dan bahkan bahasa isyarat, yang semuanya digunakan untuk menyatakan sesuatu kepada simpanse lain. Gerak tubuh adalah gerakan isyarat yang berurutan, mirip dengan panggilan alarm monyet titi, mirip dengan struktur kalimat dalam bahasa yang dipakai manusia.