BANDA ACEH – Sedikitnya sepuluh hektar kebun kopi milik warga Kecamatan Tangse, Kabupaten Pidie, rusak total ekses banjir dua pekan silam. Total kerugian yang dialami petani kopi mencapai Rp250 juta.

“Setelah kita data 10 hektar mengalami rusak total, bahkan jika hujan turun terus maka longsor akan semakin meluas karena kondisi lahan sudah miring,” ujar petugas Kecamatan Tangse dari Dinas Perkebunan dan Kehutanan Kabupaten Pidie, Sari Maulidin, kepada portalsatu.com, Rabu, 9 Desember 2015.

Adapun kebun kopi yang hancur berada di Desa Sarah Panyang seluas 3,5 hektar dengan jumlah pemilik 9 orang. Selain itu di Desa Kebun Nilam terdapat delapan titik longsor yang menghancurkan 3 hektar kebun kopi milik 9 petani. Kerusakan juga terjadi di Desa Ulee Gunoeng seluas 2 hektar lahan kopi milik 7 petani dan Desa Paya Guci terjadi longsor 3 titik dan mengakibatkan 1,5 hektar kebun milik 2 petani hancur.

“Itu semua data semetara yang berhasil kita kumpulkan dari lokasi kejadian disertai laporan dari masyarakat kepada kita. Setelah kita lakukan perhitungan secara kasar dari kajian itu per hektarnya Rp25 juta, sehingga totalnya mencapai Rp250 juta,” kata Sari Maulidin.

Dia juga mengatakan, saat ini kondisi perkebunan kopi milik warga tersebut sangat riskan dan rawan longsor jika hujan terus mengguyur kawasan tersebut. “Kita sudah mengingatkan warga untuk tidak berada di lokasi saat hujan turun karena lahannya sudah miring akibat longsor,” katanya.[]

Laporan: Zamah Sari