TAPAKTUAN – Tiga nelayan asal Pasie Meukek, Kecamatan Meukek, Kabupaten Aceh Selatan yang hilang akibat boat pancing KM Satria, karam diterjang badai di kawasan Pulau Tepi seputaran Lewak, Simeulue, belum ditemukan. Upaya pencarian terus dilakukan nelayan Pasie Meukek, meskipun tanpa didukung maksimal petugas terkait.
Hingga hari ke 10, korban KM Satria karam di perairan Simeulue belum ditemukan tim pencari yang berasal dari Pasie Meukek. Upaya pencarian yang dilakukan enam boat Pasie Meukek tanpa bantuan tim Satgas SAR serta kelembagaan Panglima Laot Simeulu, ujar Panglima Laot Aceh Selatan, Tgk Muhammad Jamil di Tapaktuan, Rabu, 7 Desember 2016.
Seharusnya, kata M Jamil, proses penanganan musibah dan pencarian korban hilang di laut, turut melibatkan pihak Satgas SAR dan Basarnas. Pencarian korban hilang juga biasanya berada di bawah koordinasi Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), termasuk petugas PMI dan Lembaga Panglima Laot.
Namun dia menyayangkan hal itu tidak berlaku untuk pencarian nelayan Pasie Meukek yang hilang. Kondisi ini telah menimbulkan kekecewaan bagi nelayan Meukek khususnya, dan nelayan Aceh Selatan pada umumnya.
Siapapun akan merasa kecewa apabila tiga korban yang hilang tanpa dukungan pencarian maksimal dari pemerintah. Faktor ini akan menjadi momok yang menyakitkan. Seharusnya, saudara-saudara kami di Simeulue bisa berpartisipasi dan fokus melakukan pencarian dalam batas waktu yang maksimal, kata Panglima Laot Aceh Selatan.
Sementara itu, Sekretaris Desa (Sekdes) Pasie Meukek, Kecamatan Meukek, Tgk Safadi, membenarkan bahwa pencarian nelayan hilang dari desanya tidak mendapat perhatian pihak terkait. Selama 10 hari pasca boat KM Satria menghilang, mereka mencari secara swadaya dengan menggunakan empat unit boat pancing bertonase 7-8 GT.
Karena bahan logistik termasuk BBM empat unit boat tersebut telah mulai menipis, masyarakat bersama aparat Desa Pasie Meukek telah memutuskan kembali mengirim dua unit boat lagi pada Selasa, 6 Desember 2016 malam, untuk membantu proses pencarian sekaligus membawa logistik. Sehingga jumlah boat asal Pasie Meukek yang telah dikerahkan untuk mencari korban sudah sebanyak enam unit, ungkapnya.