BANDA ACEH – Setelah sukses dengan kelas menulis (Kelas Sastra dan Perkabaran), kini Sekolah Hamzah Fansuri membuka jurusan baru, yaitu Kelas Bicara di Depan Umum (Public Speaking) atau Pidato.
“Saya sangat berterima kasih atas kesempatan untuk bergabung dengan kelas pidato ini, apalagi ini tidak dipungut biaya sepeserpun, alias gratis,” ujar Muhajir, salah satu peserta kelas pidato, dalam rapat menentukan tempat dan waktu belajar, di Banda Aceh Selasa, 29 Desember 2015.
Muhajir berharap, dengan adanya kelas menulis yang digagas dan dipimpin oleh Thayeb Loh Angen ini, ke depannya akan lahir jiwa-jiwa yang handal dalam berceramah, khususnya di depan publik.
“Ada lima belas orang yang mendaftar di Kelas Bicara di Depan Umum. Namun hanya sepuluh orang yang hadir dalam rapat menentukan tempat dan waktu belajar tadi,” kata Muhajir.
Ia mengatakan, empat orang lagi tengah pulang kampung di luar Banda Aceh, dan satu orang lagi tanpa kabar.
Kita sepakat memulai acara belajar mengajar pada Jumat sore, 1 Januari 2016, semuanya sekira sepuluh pertemuan yang diharapkan selesai dalam bulan Januari 2016, kata Muhajir.
Seorang peserta kelas Pidato, Nasrullah, mengatakan, kelas tersebut merupakan sesuatu luar biasa sekali, mengingat orang-orang yang cerdas dalam berorasi masih sangat sedikit di Aceh.
Yang memegang tampuk kepemimpinan saja (pemerintah) ada yang masih belum mampu dalam menyampaikan pendapatnya di depan khalayak ramai. Ada bupati yang pernah saya temui, berpidato dengan tersendat-sendat. Itu memalukan sekali,” kata Nasrullah.[]
Laporan T Mukhlis, Alumnus Kelas Sastra dan Perkabaran Sekolah Hamzah Fansuri