BANDA ACEH – Banda Aceh itu cukup besar, cukup ramai, dan yang kedua Aceh secara umum mempunyai keunikan apalagi sebagai kota Syariat Islam. Inilah yang menjadi kesan pertama Tjetje Jumhana, 45 tahun, salah satu peserta asal Kota Bandung saat ditemui oleh portalsatu.com di arena Teknologi Tepat Guna dan Pekan Inovasi Perkembangan Aceh, Minggu, 11 Oktober 2015.
Saya mengacungkan topi karena Aceh berbeda dengan daerah lain. Saya bandingkan dengan tempat lain, Aceh ini punya potensi wisata yang cukup luas, memukau dan bagus jika di bandingkan dengan daerah lain, kata pria yang kerap disapa Cece tersebut.
Dia berharap Aceh bisa mengoptimalkan potensi karena daerah ini tampil beda dan memiliki kekhasan tersendiri.
Saya juga sudah pernah nyoba makanan khas Aceh kemarin, dibawa ke rumah-rumah makan dekat bandara lama dan mie Aceh, saya sudah coba Mie Ayah, katanya.
Bagi Tjetje, hal menyenangkan dan membuatnya tertarik di Aceh adalah situs sejarah. Kemarin saya juga sudah mengunjungi meseum tsunami, kapal di atas rumah, PLTD Apung, dan beberapa tempat lainnya,” katanya.
Niat saya pengen ke Sabang, namun karena saya menjaga stand saya tidak bisa fokus jalan-jalan, dan Insya Allah kalu saya kembali ke Aceh lagi saya akan jalan-jalan ke seluruh Aceh, kata Tjetje sumringah.
Namun, kata dia, ada satu hal yang disayangkan oleh Tjetje. Dia melihat Stadion Harapan Bangsa Banda Aceh yang menjadi pusat kegiatan TTG dan PIN ini kurang terawat.
Seperti toiletnya tidak terurus, sayang sekali. Padahal tempat ini jika saya bandingkan dengan arena TTG sebelumnya, stadion di Banda Aceh ini lebih besar, lebih luas, dan bagus, ujar Tjetje.[](bna)